Windows on Raspberry Pi: SD Card vs. Flashdisk

, , Leave a comment

Sangat menarik bagaimana kita berusaha untuk memaksimalkan resource yang terbatas untuk tetap mendapatkan manfaat yang maksimal. Hal ini sangat terlihat dalam konteks WoR, belum genap 1 bulan saya mencoba Windows 10 di Raspberry Pi setiap hari untuk mendapatkan feel bagaimana jika kita memiliki resource yang terbatas tetapi ingin manfaat sebesar-besarnya. Dan untuk itu setiap hal yang hendak kita lakukan, kita selalu memikirkan resource yang sebentar lagi akan habis. Ambil contoh sebelum menginstall sesuatu, saya harus mempertimbangkan sisa free space yang tertinggal hanya 1.5 GB. Contoh kedua, service apa saja yang harus di stop dan fitur apa saja yang dinon-aktifkan/uninstall agar Windows berjalan lebih ringan. Hal-hal tersebut tentunya tidak terjadi (lebih tepatnya tidak bermasalah) jika kita menggunakan Windows 10 di laptop dengan Intel i3 atau i9 atau bahkan diatasnya ditambah lagi dengan RAM yang setinggi-tingginya dan media penyimpanan yang high speed.

Dalam kondisi yang terbatas ini saya coba untuk bereksperimen untuk mengetahui media penyimpanan mana yang lebih baik untuk menjalankan WoR (=Windows on Raspberry), apakah micro sd card atau flashdisk. Mengapa kedua media tersebut?, karena media ini umum dan sangat terjangkau sehingga banyak dipakai oleh pengguna Raspberry Pi. Media yang lain seperti SATA dan SSD sudah barang tentu akan lebih unggul, namun jumlah penggunanya tidak banyak karena pertimbangan value (harga terhadap benefit/manfaat).

Experiment ini bertujuan untuk mengetahui media mana yang memiliki kecepatan lebih tinggi sehingga Windows dapat berjalan dengan mulus di Raspberry Pi. Untuk pengetesan saya menggunakan utiliti standar dari Windows

winsat disk

Dan hasilnya adalah sebagai berikut:

ralat: Satuan Latency 95% dan Read time sequential MSD buld 19041.303 adalah ms bukan MB/s

Sebelum membahas tentang angka-angka tersebut, perlu diketahui random read adalah cara media untuk mengakses data yang tersebar di seluruh storage yang filesizenya relatif kecil. Hal ini umumnya memberikan efek langsung saat mengoperasikan OS dan membuka software. Sequential read/write adalah cara media yang mengakses data yang besar yang terletak dalam satu segmen, misalnya membuka, mengolah, menyimpan file dokumen/image/audio/video.

Berangkat dari pengertian itu, secara garis besar, experimen sederhana ini memberikan informasi sebagai berikut:
1. SD Card memiliki keunggulan dalam melakukan random read baik dari rate (MB/s) dan juga latency (ms). Hal ini memberi dampak positif dalam proses boot, dan membuka software dengan cepat.

2. Flashdisk memiliki keunggulan untuk melakukan sequential read/write dengan rate yang tinggi. Hal ini terlihat saat melakukan copy file video yang berukuran besar.

3. SD Card memiliki fluktuasi latency yang lebih sedikit. Artinya performanya homogen/stabil.

4. Build 19041.303 meningkatkan performa read/write yang signifikan dibandingkan dengan build sebelumnya.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari eksperimen ini adalah:

  1. Performa sistem yang pelan tidak selalu berhubungan dengan kecepatan processor dan kapasitas RAM. Storage juga memberi andil yang signifikan terhadap keseluruhan performa. Storage yang baik is worth for investment.
  2. Dalam konteks experiment, check dengan komunitas untuk build yang lebih stabil yang memberikan performa lebih baik.

Terima kasih sudah membaca dan semoga memberikan informasi yang berguna.

Facebook Comments
 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.