Windows 10 on Raspberry Pi Installation

, , Leave a comment

Disclaimer: WoR merupakan project yang aktif. Proses instalasi yang dituliskan dibawah ini, setelah sekian waktu, akan berbeda seiring perkembangan project. Melihat perkembangan di situs project WoR sangat disarankan.

Tahapan instalasi Windows 10 di Raspberry ini berbeda dengan proses install 2 langkah dari OS lain yaitu download dan write ke sd card (kecuali Arch Linux). Dalam garis besar proses instalasi dimulai dari men-download komponen Win10 dengan arsitektur arm64 yang resmi tersedia di server Microsoft dalam bentuk UUP (=Unified Update Platform). Jadi bukan dari Windows 10 ISO image (dari disc/download) karena Windows dalam image tersebut menggunakan arsitektur x86 atau amd64 yang tidak akan berjalan di Raspberry Pi.

Selanjutnya setiap komponen tersebut akan di-convert menjadi satu ISO file yang akan di-write ke dalam storage (Flash USB/Micro sd card). Berikut penjelasan dari masing-masing tahapan.

  1. Download Windows on Raspberry Pi Imager

Kunjungi website https://www.worproject.ml/downloads dan download Windows on Raspberry Pi Imager. Pada saat tulisan ini dibuat, versi imager pada saat tulisan ini dibuat adalah versi 2.0.0. Imager tersebut hanya dapat dijalankan dengan komputer dan target sebagai berikut:

  • Komputer dengan versi Windows 10 1703 keatas. Wine, Windows 7 tidak didukung.
  • Target disarankan Raspberry Pi 4 minimal 4 GB RAM. Di bawah itu Windows akan kehabisan memori dengan sangat cepat.
  • Micro sd card / flash disk yang digunakan setidaknya 16 GB agar masih ada space tersisa 2-3 GB setelah install. Ukuran 32GB lebih disarankan jika nantinya akan mencoba install banyak aplikasi.
  • Windows 10 ARM image: WIM/ESD, ISO atau FFU

2. Download Windows 10 ARM Image

Image Windows 10 ARM bisa didapatkan dari https://uupdump.ml/ . Pilih latest public release dengan architecture ARM. Ikuti instruksi pada website dalam pembuatan package dan pilih opsi untuk meng-convert ke ISO setelah UUP selesai didownload.

Package 19041.330 memiliki tingkat keberhasilan yang lebih besar.

Setelah package selesai didownload, jalankan batch file .cmd untuk mulai proses mendownload UUP. Waktu download dan convert ke ISO tergantung kecepatan dan kestabilan internet.

Akhir dari proses ini adalah sebuah ISO file berukuran 3-5 GB (tergantung package yang dipilih dan pilihan Windows Home atau Pro) yang siap untuk di-flash ke storage.

3. Jalankan Windows on Raspberry Pi Imager

Flashing image tidak bisa dilakukan dengan Etcher, Windisk32 imager atau Raspberry Pi Imager melainkan hanya dengan imager khusus WoR. Hal ini dikarenakan ada proses penambahan UEFI firmware (=lazim dikenal sebagai BIOS) dan driver. Apabila kita memilih flashdisk sebagai media, maka pastikan Raspberry Pi eeprom sudah diupdate ke versi terakhir agar boot bisa dilakukan dari flashdisk saat tidak ada micro sd card.

Dalam tab configuration, sebuah config.txt akan dibuat dalam partisi boot yang lazimnya kita temui dan berfungsi untuk pengaturan seperti halnya dalam Raspberry Pi OS. Klik Install untuk memulai proses untuk flashing.

Untuk micro sd card 16GB Class 10 (merk. Sandisk) dan flashdisk Transcend 16 GB USB 3.0, waktu yang dibutuhkan dalam proses imaging adalah sekitar 1.5 jam. Setelah 1.5 jam kemudian instalasi selesai. Pindahkan micro sd card ke dalam slot/flashdisk ke USB 3.0 port dan nyalakan Raspberry Pi. Seketika boot screen akan terlihat. Boot pertama kali akan membutuhkan waktu cukup panjang (sekitar 20 menit) untuk setting windows. Pi akan restart beberapa kali hingga masuk hingga ready untuk melakukan pengaturan awal (region, timezone, features). Perlu diingat, status green led yang menandakan activity micro sd card tidak akan berkedip sejalan dengan disk activity, hal ini adalah normal. Jadi saat boot screen masih statis, bukan berarti tidak ada activity. Lain halnya jika kita menggunakan flash disk yang dilengkapi dengan activity led. Led tersebut akan terus berkedip untuk menandakan proses sedang berjalan.

Selanjutnya sama seperti instalasi windows pada umumnya, post install setup perlu dilakukan untuk membuat username, password, region dan timezone. Setelah seluruh proses selesai, windows login screen akan tampil dan segera bisa digunakan.

Beberapa tips setelah instalasi:

  • Masuk ke dalam Task Manager untuk melihat service/proses yang tidak diperlukan dan pilih End Task. Misalnya, Microsoft One Drive yang sedang menginstall aplikasi dan servicenya.
  • Matikan windows update service, jika tidak windows akan melakukan update otomatis pada saat terhubung dengan internet. Akibatnya, space yang sudah sedikit akan segera habis.
  • Lakukan disk clean up untuk membersihkan temporary files yang digunakan selama instalasi
  • Dari 2 build yang saya gunakan 1903, masih belum mendukung ethernet. Koneksi internet bisa dilakukan dengan USB Ethernet atau Internet sharing melalui USB Tethering. Build 19041 sudah bisa terhubung dengan internet dengan LAN cable langsung.

Instalasi akan memakan space sebanyak 10-12 GB, sangat disarankan untuk menggunakan micro sd card dengan kapasitas 32 GB. Dalam posting berikutnya saya akan share beberapa plug and play hardware yang dapat berfungsi langsung tanpa instalasi. Selain itu juga software yang bisa dijalankan di WoR. Hal tersebut dilakukan untuk melihat apakah software yang selama ini diharapkan oleh pengguna Raspberry Pi OS, dapat dioperasikan di dalam WoR. Sehingga tersebut dapat mengarahkan kita kepada kesimpulan apakah WoR dapat menjadi OS alternatif Raspberry Pi atau tidak (untuk saat ini).

Terima kasih telah membaca artikel ini, mohon share apabila bermanfaat.

Facebook Comments
 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.