Twister OS First Impression

, , Leave a comment

Singkatnya Twister OS (TOS) saya definisikan sebagai Raspbian (Raspberry Pi OS) berbasis 32-bit yang telah dilengkapi dengan pre-installed emulation package dan tampilan yang memanjakan mata.

Kedua hal tersebut adalah keunggulan dari TOS yang menyediakan Raspbian bagi pengguna Raspberry Pi 4 untuk memaksimalkan fungsinya sebagai entertainment center dan menikmati visual customization tanpa harus menyediakan waktu yang sangat banyak untuk meng-installnya satu per satu.

Bagi sebagian orang, TOS terlalu “rame” dengan bloatware (=tidak esensial dan membebani performa), dan bagi sebagian orang lainnya TOS adalah sebuah paket lengkap. Untuk itu tidak heran ukuran image OS nya mencapai 3.1 GB dan setelah ditulis ke sd card, ukuran OS nya berkembang hampir 3x lipat menjadi menjadi 10 GB.

Mari kita lihat beberapa aplikasi yang pre-installed dalam image yang sudah ada saat masuk ke dalam OS.

Pertama yang saya singgung adalah Games. TOS sudah menyediakan berbagai macam platform populer untuk menjalankan emulasi game yaitu Retropie (emulasi game console) dan box86 (emulasi game yang berjalan di linux x86). Dalam versi OS terbaru TOS juga menyertakan Wine yang sebenarnya adalah virtual environment untuk program yang berjalan pada Windows.

Games

Untuk multimedia Kodi sudah disertakan begitu juga dengan Audacious, sebuah music player dengan winamp skin untuk nostalgia.

Audacious dengan skin Winamp
Multimedia

Di group office, tidak ada yang istimewa, standard saja.

Office

Untuk menu Accessorries, adalah sangat banyak aplikasi-aplikasi kecil yang bisa dimanfaatkan. Menurut saya yang terutama disini adalah balenaEtcher, My Android (scrcpy) dan screenshot. Selebihnya kita tidak memerlukannya. Disini letak “bloatware” yang paling banyak untuk dipangkas.

Accessories

Aplikasi My Android (scrcpy) sangat berguna untuk mirroring smartphone android sehingga hape bisa tetap ditempatnya tetapi masih bisa dioperasikan dengan mouse dan keyboard dari Raspberry Pi.

My Android (scrcpy)

Seperti disinggung sebelumnya, TOS memiliki banyak pilihan theme yang bisa dipilih. Ada yang menyerupai Windows 95, Windows XP, Windows 10 dan Mac OS sehingga user dapat berpindah dari satu theme ke yang lainnya jika bosan atau sekedar nostalgia dengan Windows 95 yang diluncurkan Agustus 1995 yang lampau.

Setelah satu theme dipilih, maka Raspberry Pi akan restart.

Twister OS memiliki patch yang saat ini terus update untuk bugfix dan juga tambahan package. Seperti Kodi yang baru ada setelah implementasi Patch 1.7

Satu hal yang perlu dicatat, jika TOS ini berjalan di Raspberry Pi 4, tidak diversi sebelumnya, terlebih lagi Pi Zero. Dan karena tuntutan grafis, maka posisi fresh start memory yang digunakan sudah dalam jumlah yang besar dengan ditambah dengan 1 tab chrome, memory sudah mendekati 1 GB. (Bandingkan dengan Raspbian yang hanya 300 MB). Jadi sudah barang tentu TOS ini bukan untuk Raspberry Pi yang RAM nya hanya 1 GB.

TOS memiliki potensi untuk memaksimalkan fungsi Raspberry Pi sebagai emulating machine dan desktop alternative. Dengan ukuran image OS yang besar maka siapkan Micro SD card dengan kapasitas 32 GB karena 16GB akan segera membuat Pi kita tidak menyenangkan lagi. Dengan kemampuan Pi 4 untuk boot dari SSD atau SSD NMVE, maka sudah barang tentu kecepatan OS ini meningkat.

Dengan adanya TOS ini saya memindahkan aktivitas harian untuk mengajar, presentasi, video call dengan google meet/hangout/zoom dan menulis buku dan juga mengerjakan project berbasis Open CV di dalam TOS. Jika ada kesempatan saya akan mencoba untuk memainkan beberapa game emulasi dari linux x86 dari steam.

Demikian sharing singkat dari saya untuk Twister OS. Terima kasih

Facebook Comments
 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.