First Impression: Windows 10 FULL Raspberry Pi

, , 2 Comments

Pengalaman pertama menggunakan Windows 10 Full yang berjalan di Micro SD Card 16GB dari Raspberry Pi 4 ini saya tulis dan publish langsung dari Windows 10 on ARM.

OS resmi dikembangkan oleh Raspberry Pi Foundation untuk mendukung hardware mereka adalah bukan Windows melainkan satu distro khusus yang sebelumnya bernama Raspbian dan telah disebut ulang menjadi Raspberry Pi OS. RPi OS adalah distro yang ringan, cocok untuk dijalankan SOC berbasis ARM yang tidak membutuhkan resource besar.

Di sisi lain, pengembang hardware SBC (= Single Board Computer) menawarkan berbagai macam pilihan yang memungkinkan untuk menjalankan sistem operasi Windows dengan alasan-alasan yang umumnya diclaim sendiri lebih unggul. Namun demikian, SBC yang menggunakan Windows mau tidak mau harus menggunakan prosesor berbasis x86 yang memposisikan harga SBC mereka di level 200-500 US$ tergantung CPU yang disematkan, apakah sekelas Intel Atom atau Intel M3.

Tidak bisa dipungkiri jika banyak dari pengguna Raspberry Pi (lama dan baru)  yang penasaran dan ingin juga bila Windows Full (bukan IoT) dan Android dapat dijalankan mulus dari Raspberry Pi sebagai OS alternatif. Harapannya, Windows dapat digunakan dengan experience yang sama saat menggunakanya di laptop (atau Android di handphone).  Dalam tulisan kali ini saya kan membagikan pengalaman first impression saat menggunakan Windows 10 FULL di Raspberry Pi 4 dari sejak proses instalasi hingga first time use.

Catatan Instalasi

Tahapan proses sebenarnya sudah sangat dipermudah karena project WOR (=Windows on ARM) telah menyiapkan panduan yang sangat lengkap dan memberikan batch script untuk proses download komponen-komponen Windows 10 (UUP = Uninfied Update Platform) dan menyatukannya dalam satu buah ISO file. Setelah ISO jadi maka kita tidak bisa langsung menuliskan image OS tersebut ke micro sd card dengan software imager Etcher seperti kebanyakan OS Raspberry Pi. Project WOR memiliki imager sendiri yang harus berjalan di Windows 10 dan dapat menuliskan image ke micro sd card maupun flash storage. Jika dilakukan secara non-stop proses instalasi dari awal hingga akhir (masuk ke dalam desktop) membutuhkan waktu kira-kira 6 jam dimana ~70% dilakukan dari PC. ~30% sisanya diselesaikan dari Raspberry Pi. Jadi perlu kesabaran.

Impresi

Selanjutnya saya akan secara cepat menuliskan apa saja yang sejauh ini dialami saat menggunakan Windows 10 di Raspberry Pi.

UEFI tersedia pada saat awal boot untuk melakukan setting seperti jumlah memori, overclock, urutan boot device. Tidak semua driver tersedia saat ini. Sehingga Wifi, bluetooth, Gigabit ethernet dan sound card tidak bisa terdeteksi dan digunakan. USB host bisa digunakan sehingga kebutuhan network dan audio dapat dilakukan dengan menggunakan USB Wifi/Ethernet/Soundcard. Wifi dengan USB-tethering dengan handphone juga langsung berfungsi. Download UUF yang dengan build versi 19041 keatas agar ethernet Raspberry Pi terdeteksi dan langsung dipakai. Micro sd card bukan media storage terbaik, tapi terburuk karena read/write nya sangat rendah sehingga sering terlihat menjadi bottle neck. Jika budget tidak terbatas, opsi menggunakan flash storage (SSD) maupun SATA disk juga bisa digali lebih lanjut. Micro sd card 16GB yang saya gunakan cukup untuk menjajal environment baru. Karena Windows ini memang belum bisa dipakai untuk daily driver.  Booting membutuhkan waktu kira-kira 2 menit hingga desktop ready. Meskipun demikian OS berjalan dengan baik, tidak ada lag yang serius saat perpindahan antar window dan beberapa animasi. CPU ARM Cortex A-72 running dengan stock clock (1.5 GHz) dan kalam keadaan idle utilisasi CPU berkisar 30% Saat idle RAM yang digunakan adalah 2 GB, jadi lebih baik menggunakan varian RAM yang lebih besar (4 atau 8 GB). Browsing internet dengan Chrome lebih responsive dibandingkan Chromium dalam Raspberry Pi OS. Software desktop pada umumnya seperti Office belum dicoba apakah bisa diinstall dan berjalan normal. Temperatur CPU tidak terlihat di Windows 10, perlu 3rd-party software

Diskusi

Kedepan ARM processor akan mulai banyak digunakan lebih luas dalam daily computing saat ini membutuhkan x86 atau amd64 platform. Hal ini sudah terlihat dari langkah bisnis Apple dan NVIDIA terhadap ARM. Terbuka kemungkinan jika Windows on ARM ini nantinya akan menghasilkan OS alternative Raspberry Pi yang stabil dan bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Namun sebelum itu kita mesti kembali ke pengertian jika kalau versi yang saat ini beredar adalah:

  • Experimental mode
  • Gratis

Jadi kita sebagai penggemar teknologi, perlu menyesuaikan ekspektasi dalam tahap ini saat melihat versi Windows 10 Full di Raspberry Pi saat ini. Dan pengalaman terbaik adalah mencoba sendiri seluruh tahapan proses instalasi hingga selesai. Saat ini saya masih menggunakan Twister OS sebagai daily driver. Secara pribadi salah satu drawback menggunakan Windows 10 di ARM (andaikata nanti sudah mature) adalah kembalinya waktu dimana kita sangat dianjurkan untuk memasang anti-virus.

Demikian tulisan singkat saya tentang Raspberry Pi 4 yang mampu menjalankan Windows 10 full version. Kedepannya saya akan coba untuk melakukan overclock dan melihat apakah ada performa yang meningkat. Akhir kata terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

Facebook Comments
 

2 Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.