Review: TTGO Weather

, , Leave a comment

Pertama kali melihat TTGO Weather, saya langsung tertarik karena selain bentuk yang ringkas development board berbasis ESP8266 ini sudah terintegrasi dengan layar OLED 1.3″ SH1106, 3 push button, charging module, battery socket dan external antena connector. Ada sekian banyak ide yang bertebaran untuk ditaruh dalam satu device yang ringkas ini.

Dalam kesempatan ini saya akan mengulas tentang kelebihan, kekurangan dari development board TTGO ini dan apakah harga yang ditawarkan tergolong value for money.

Kelebihan dari dev board ini adalah kepraktisan. Dimensinya kecil hanya 3x3cm dan sangat cocok untuk digunakan dalam project wearable. Screen lebih besar dari OLED di pasaran yang pada umumnya berukuran 0.96″. Meskipun masih mengusung resolusi 128×64, tampilan terlihat lebih besar sehingga menambah readability. Tiga push button yang terletak dibawah screen mengingatkan kita tentang M5Stack.

Pada sisi balik, ESP8266 tidak dibungkus dengan “tameng” logam seperti pada umumnya kita temui di modul ESP-E12 (Wemos & NodeMCU, sehingga kita bisa melihat seluruh rangkaian berada pada satu bidang.

Kelemahan dari development board ini dilihat dari kerentanannya. OLED screen pada umumnya rentan dengan tekanan yang dapat mematahkan sisi-sisi siku dari layar sehingga layar rusak. Dan saat rusak, kita tidak dapat menggunakannya keseluruhan board karena screen connector disolder langsung.

Kelemahan kedua terletak tidak ada port I2C (GPIO 5 dan GPIO 4) dalam breakout. Sehingga kita tidak dapat menambah modul berbasis I2C (misal RTC, Accelerometer, I/O Expasion dll.) dan screen replacement andaikata layar rusak. Ini adalah salah satu hal yang mengecewakan karena ekspansi fungsi board ini terbatas saat I2C tidak terfasilitasi.

Berikut ini beberapa contoh aplikasi yang bisa kita gunakan dengan board ini:

  1. Web clock – sebagai jam yang tersinkronkan dengan world clock API melalui HTTP request
  2. Menampilkan jumlah absensi murid yang terhubung dengan Google Sheet dan Firebase
  3. Retrogame

Harga di Aliexpress sebesar 14 USD dengan kurs saat ini (29-Jan-20) Rp. 13,800, maka kira-kira harganya Rp. 193,000. Apabila kita breakdown komponennya seperti dibawah ini kita bisa mendapatkan harga yang lebih rendah. Namun tentu saja ada biaya-biaya lain yang tidak bisa terhitung seperti waktu, peralatan dan biaya atas design hak cipta.

  • ESP8266 NodeMCU Rp. 55,000
  • OLED 1.3″ SH1106 Rp. 99,000
  • 3x push button Rp, 1,500
  • 1x protoboard 2-side Rp. 10,000

Menurut saya, untuk sesuatu yang ringkas, harga 14 USD tergolong masuk akal, tidak over price.

Awalnya saya ingin menggunakan board ini sebagai media untuk kelas coding saya, namun saya harus mengurungkan niat tersebut karena faktor ekspansi yang terbatas dari board ini. Saya harap dalam versi-versi mendatang, produsen TTGO menambah pin header untuk I2C.

Terima kasih sudah membaca semoga bermanfaat.

Facebook Comments
 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.