Pi vs Tinkerboard : Entertainment

, , Leave a comment

Hal ini sebenarnya sudah lama ingin dituliskan. Sejenak rehat dulu dari project-project yang berat dan melirik fungsi lain dari SBC untuk urusan entertainment karena memang seperti seperti halnya komputer pada umumnya, ada pengguna yang memfungsikan Raspbery Pi-nya untuk maksud entertainment saja.

Halo selamat datang kembali di andidinata.com. Kita bahas topik yang ringan-ringan saja yaitu tentang entertainment.

Aplikasi entertainment mencakup area yang luas namun pada umumnya adalah menonton content video offline maupun online, audio dan emulasi game retro. Agar lebih seru, saya ingin membahasnya bersama dengan Asus Tinkerboard S, SBC dari ASUS.

Asus Tinkerboard S adalah varian dari Asus Tinkerboard yang dirilis sekitar 1 tahun setelah Asus TB yang pertama. Perubahan utama dari Asus Tinkerboard S ini adalah adanya integrasi eMMC 16GB. Selain itu bisa dibilang tidak ada perbedaan dengan non-S.

Raspberry Pi memiliki dukungan yang sangat luas bahkan ada beberapa image OS yang secara khusus disiapkan untuk pengguna yang ingin “mendedikasikan” unit Pi-nya sebagai entertainment center. Untuk video offline dan online ada OpenELEC dan OSMC dan untuk retrograme emulation ada Retropie. Cara instalasinya sangat mudah, yaitu hanya dengan mendownload image OS tersebut lalu meletakkannya ke micro sd card melalui flasher (Win32 Disk Imager atau Etcher). Sesaat setelah flashing maka OS tersebut langsung dapat dimasukkan pada slot micro sd card dan langsung digunakan di Raspberry Pi.

Instalasi OS tersebut memang sangat straight-forward. Setelah proses instalasi OS selesai, setup masih diperlukan agar multimedia center tersebut bisa digunakan sesuai maksud kita. Misalnya menginstall plug-in untuk mendapatkan service dari penyedia online video content populer seperti YouTube dan Netflix.

JIka kita ingin satu unit Raspberry yang bisa difungsikan untuk nonton video dan memainkan game maka ada baiknya menggunakan Image OS Retropie. Karena Image Retropie adalah Raspbian image yang sudah terinstall dengan paket Retropie. Dengan Raspbian yang lebih terekspos maka kita dapat menginstall KODI maupun Desktop Environment. Sehingga Raspberry Pi kita lebih multiguna.

Operating System

Asus Tinkerboard S tidak memiliki support OS multimedia seperti OpenELEC atau OSMC. Di bidang entertainment, VolumeIO tersedia untuk Audiophile Music karena output audio onboard dari Tinkerboard S memang sudah setara dengan Raspberry Pi yang dipasang dengan Audio HiFi HAT. Dengan ini jika kita ingin menggunakan Tinkerboard S untuk entertainment, lebih baik kita menggunakan Android. ASUS Tinkerboard S dapat menjalankan Android 7 dengan sangat baik. ASUS Tinkerboard S sudah dilengkapi dengan onboard eMMC dengan kapasitas 16 GB. Untuk flash eMMC ini sangat mudah, kita hanya memerlukan kabel micro USB dan mencolokkannya ke komputer. Maka seketika ASUS Tinkerboard akan dikenali sebagai flashdisk dan flash Android image bisa dilakukan normalnya dengan Win32 Disk Imager atau Etcher.

Android yang tersedia bisa dibilang “kosongan” jadi kita perlu menginstall Google Framework, Google Play Services dan Google Play untuk bisa mendownload Apps dan menggunakan Google Services. Android ini berjalan dengan sangat smooth dan tanpa adanya aplikasi yang crash satu kalipun. Dengan Android dan Google Play Services maka akses entertainment terbuka lebar karena bagaimana kita memaksimalkan Asus Tinkerboard S tergantung aplikasi yang dikehendaki. Aplikasi online streaming yang sering dijalankan adalah YouTube, Netflix. Untuk offline MXPlayer. Urusan game emulator, aplikasi Retroarch yang sebenarnya adalah engine emulator dari retropie ada di PlayStore. Untuk emulasi PSP ada aplikasi PPSSPP. Untuk keperluan document, photo editing, tinggal cari app yang kita inginkan.

Storage Expansion

Kapasitas penyimpanan Raspberry Pi dan Asus Tinkerboard S bisa ditambah dengan berbagai macam cara. Umumnya dengan menambah external flashdisk yang terhubung pada Port USB. Atau menggunakan micro sd card dengan kapasitas yang lebih besar sejak mula. Ada satu hal yang unik dari Asus Tinkerboard S yang tidak ada di Pi adalah kita dapat memfungsikan micro sd card slot kosong sebagai card reader. Saat android berjalan pada eMMC micro sd card yang terpasang akan dikenali sebagai flashdisk. ini tentunya membuat setup yang lebih rapi.

Finishing

Asus Tinkerboard memiliki form factor dan mechanical layout yang sama dengan Raspberry Pi sehingga aksesories yang tersedia untuk Pi dapat digunakan untuk Asus langsung. Jadi kita tidak menemukan kesulitan untuk menemukan casing di toko-toko online untuk memberi Asus Tinkerboard sedikit proteksi dengan mempertahankan akses ke port USB, Ethernet, HDMI, 3.5 mm jack dan micro USB as-is termasuk led indikator standby dan activity. Disini saya menggunakan Raspberry Pi 3 casing.

Asus Tinkerboard S dengan Android 7 yang saya “dedikasikan” sebagai entertainment device ini selalu saya bawa saat bepergian atau liburan untuk membawa home entertainment menjadi portable.

 

Referensi lanjutan:

https://tinkerboarding.co.uk/wiki/index.php?title=Software#Android

 

 

Facebook Comments
 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.