PiGenda (Raspi Bungkus Agenda)

, , Leave a comment

Buku Fun Coding with Micropython bisa didapatkan di toko-toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Halo selamat datang kembali di andidinata.com. Kali ini saya ingin membagikan sebuah project ringan untuk membuat portable Raspberry Pi dengan hasil yang memuaskan. Saya pernah memiliki layar 7 inch dari Raspberry Pi Foundation yang dengan sedih hati harus saya buang karena kesalahan sendiri. Saya meletakkannya dalam tas yang dibungkus dengan baggage wrapper bandara yang dengan sangat rapat. Sesampainya dirumah saya terkejut karena tampilan layar hanya separuh. 1/2 layar bagian atas terlihat normal, 1/2 di bagian bawah garis-garis merah putih :(‘. Padahal saya hendak menggunakannya untuk presentasi di hari esoknya.

Kelebihan dari layar resmi Raspi adalah kemampuan untuk memiliki dual-screen (clone) antara HDMI dan DSI sehingga saya bisa menggunakannya dalam berbagai kesempatan seperti presentasi, memberikan training atau mengajar. Layar tersebut saya dapatkan dengan harga jauh dibawah standar dari seseorang di Facebook Raspberry Pi Indonesia yang katanya kelebihan beli untuk project. Membeli layar serupa sepertinya saya harus mengeluarkan dana lebih banyak karena harga normal, minimal 1.2 juta, terlalu mahal.

Setelah browsing di AliExpress, saya menemukan sebuah produk yang decent yaitu sebuah layar TFT HDMI 9 inch dengan resolusi 1280×720. Layar ini tidak mendukung touch screen, jadi tidak bisa membuat Raspberry seolah-olah menjadi tablet. Waktu menunggu ternyata tidak lama. Pengiriman dilakukan dengan sangat cepat. Butuh waktu 9 hari sejak order hingga barang sampai di pintu rumah. Jadi sekembalinya dari perjalanan dinas, saya penasaran untuk mencoba layar ini.

Saya memiliki 3 macam SBC yaitu Raspberry Pi, ASUS Tinkerboard dan All-H3-CC (Tritium). Dari ketiga jenis SBC, hanya ASUS Tinkerboard (baik yang biasa maupun seri S) yang tidak bisa menggunakan layar ini.
Satu kelemahan dari layar ini adalah tingkat kecerahannya yang rendah sehingga tidak bisa digunakan di luar ruangan (outdoor) meskipun di tempat yang teduh. Layar ini lebih sesuai digunakan untuk kegiatan indoor.

Layar 9 inch ini dikirim casing. Untuk membuat casing dengan printer 3D, biaya yang dikeluarkan bisa melebihi harga satu unit, oleh karena itu saya mencoba untuk mencari wadah agar layar bisa terlindung sekaligus meningkatkan kepraktisan saat digunakan dan tentunya dengan biaya seminimal mungkin.

Setelah melihat di rak buku, saya melihat sebuah agenda lama  dengan hard cover yang tebal. Setelah diukur,  cover agenda tersebut memiliki ukuran yang pas untuk menjadi wadah sekaligus pelindung dari LCD 9″, tanpa waktu lama saya segera mengerjakannya. Berikut ini adalah foto-foto pengerjaan PiGenda.

Pi diskrup ke body agenda bagian dalam sehingga kepala skrup tersembunyi dan tidak telrihat dari luar
Di balik panel LCD, saya gunakan double-tape 3M yang tebal dan kuat untuk merekatkan semua komponen.

Setelah kedua bagian selesai disusun, barulah keduanya disatukan dengan konektor HDMI berbentuk U. Sampai disini panel LCD dan Pi sudah menjadi satu, tetapi masih belum cukup kuat. Untuk itu saya tambahkan lagi spacer nylon di ke-empat sisi LCD dengan bantuan super glue.

Hasil akhir bisa dilihat di halaman instagram ini.

Saya sudah menggunakannya sekitar 2 bulan lalu untuk coding, belajar CV dan mengajar. Beberapa murid tertarik untuk merakit komputernya sendiri setelah melihat PiGenda yang terlihat rapi, ringkas dan tampak DIY.

Sekian sharing dari saya semoga bermanfaat. Mohon dukungannya website ini dengan komentar, subscribe dan share. Terima kasih dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Facebook Comments
 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.