ASUS Tinkerboard S at a glance

, , Leave a comment

Halo selamat datang kembali di andidinata.com. Awal tahun 2018 ini, ASUS kembali memperkenalkan varian baru ke lini produk SBC nya yaitu ASUS Tinkerboard S. Secara fisik terdapat beberapa perubahan dari versi non-S yaitu antara lain:

  • Warna silkscreen PCB yang semula cyan, menjadi navy
  • Unpopulated 2×2 header diantara power dan HDMI sekarang diberi 2×2 male header beserta jumper

  • Unpopulated 1×2 SPDIF header sekarang terisi solder. Menurut saya ini mungkin kesalahan. Karena jika pengguna ingin menyalurkan output suara melalui SPDIF, mereka harus membongkar solder terlebih dahulu. Terlebih posisi header ini terjepit antara LAN dan USB port yang akan memakan cukup waktu untuk melakukan desoldering.

  • Pada sisi belakang board, terdapat satu fitur spesial yang hanya ada di varian ini yaitu chip eMMC 16GB. Untuk fitur spesial ini, beberapa komponen direlokasi. Dan untuk space yang sudah padat, menurut saya ASUS berhasil untuk menata kembali layout dan masih tetap rapi.

Yang tidak berubah dari kedua varian ini adalah sama-sama memiliki build quality yang terbaik dari semua SBC. Silahkan mengklik link ini untuk melihat review ASUS Tinkerboard secara lebih menyeluruh (link).

Why embedded/integrated memory 16GB? Who is it for?

Saya memiliki opini-opini terkait fitur utama dari varian S ini. Embedded/integrated flash memory 16GB ini menurut saya akan memudahkan ASUS untuk masuk ke EUC (=End User Computing) selain masih berupaya untuk menawarkan kelebihan hardwarenya pada market Makers. EUC adalah sasaran yang lebih luas dan mungkin lebih mudah dipenetrasi sehingga board ini lebih dikenal luas. Bagi market Indonesia, kehadiran embedded storage ini akan memberi kesan kepraktisan karena semua sudah all-in, yang user butuhkan adalah plug the power and go. 16GB memang adalah angka awal, jika diterima dengan baik, maka saya yakin angka itu akan terus membesar dan makin membawa daya tarik.

Sedangkan buat kalangan Makers, integrated storage akan memudahkan bagi mereka yang menjalankan file atau database server karena lebih reliable.

Integrated storage memiliki kelebihan dan kekurangan seperti:

  • akses read/write yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan perangkat storage external (micro sd card/usb)
  • dijamin asli dan berfungsi baik untuk bekerja non-stop selama mungkin. Membeli micro sd diluar juga masih bisa berurusan dengan produk clone/palsu yang capacity dan reliabilitynya tidak bisa dipastikan. Apabila rusak karena penggunaan, non-stop dalam waktu yang lama (misal. sebagai server) maka resiko hilangnya data dan konfigurasi menjadi lebih besar
  • kapasitasnya fixed, tidak mungkin untuk upgrade. Namun sepertinya ASUS dapat memitigasinya dengan masih tetap menyertakan slot micro sd card yang juga bisa dianggap sebagai external storage

Untuk memeriksa lebih dalam, saya melakukan pengujian performance antara ASUS Tinkerboard dan Tinkerboard S dan dalam testing tersebut saya juga mengajak beberapa SBC lainnya untuk diuji sebagai bahan pembanding. Hasil pengecekan bisa dilihat pada halaman berikut (link).

Saat ini saya sudah menginstall Debian Stretch pada internal memory dan akan saya coba sebagai file server dirumah yang akan menyala 24/7. Nantikan update selanjutnya.

Akhir kata, terima kasih, semoga bermanfaat dan memberikan informasi. Mohon dukungannya untuk memberikan like, share dan subscribe blog ini. Terima kasih.

Facebook Comments
 

Leave a Reply