DIY Arduboy

, , Leave a comment

Halo selamat datang kembali di andidinata.com. Menyambung tulisan sebelumnya tentang arduboy vs makerbuino (link), saya berkesempatan untuk mencoba membuat arduboy secara DIY. Bill of material adalah sebagai berikut sekalian dengan harga yang saya dapatkan dari tokopedia.

Dari bahan-bahan tersebut masih ada dua lagi yang belum disebut yaitu baterry Lipo 180 mAH yang tidak saya beli dan custom PCB dari Mas Hendra Kusumah. Kita tinggal tunggu kabar dari dia kapan akan merilis PCB ini untuk bisa dibeli. Dua hal tentang PCB ini:

  1. Layout 2 layer yaitu top dan bottom dengan fitur sederhana tapi penting yaitu PTH (=Plated Through Hole). Dengan PTH, maka layer atas dan bawah terhubung langsung sehingga kita bisa mensoldernya dari satu sisi saja. Kekurangan dari perajin-perajin PCB disekitar kita adalah belum adanya kemampuan untuk membuat  PTH.
  2. Gampang di solder. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari mensolder dengan cepat dan rapi.

Setelah bahan terkumpul, kita sudah siap untuk menggarapnya. Catatan, piezo buzzer akhirnya tidak saya gunakan karena kualitas yang tidak baik.

Beberapa hal yang saya alami saat mengerjakan project ini adalah:

  • Karena PCB nya sudah PTH, maka sebenarnya kita bisa langsung mensolder Arduino Pro Micro ke PCB tanpa gap bahkan tanpa bantuan header. Namun hal ini memerlukan solder dengan ujung yang runcing. Jadi karena ujung solder saya sudah tumpul, maka saya masih perlu bantuan pin header arduino untuk menyatukannya dengan PCB.

  • OLED display yang saya beli ternyata dalam keadaan mati. Saat itu posisi OLED sudah terpasang pada board, sehingga perlu waktu dan kesabaran untuk membongkarnya secara hati-hati agar tidak merusak boardnya. Kejadian ini cukup membuat kepikiran dalam beberapa hari untuk melacak dimana problemnya, karena yang terlihat adalah arduboy completely built tapi tidak menyala. Tetapi, perasaan berubah menjadi lega begitu melihat OLED pengganti menampilkan game arduboy.

  • Push button layout dari PCB mengacu pada push button 5x5x5 atau 6x6x5. Saya tidak menggunakan push button dengan spec tersebut karena suara ‘click’nya dan juga sedikit keras untuk ditekan. Saya menggantinya dengan push button soft touch dengan dimensi 8x8x5 yang senyap dan gampang ditekan. Problemnya adalah layout yang tidak pas. sehingga saya harus menekuk kaki-kaki nya sedikit kedalam agar bisa masuk kedalam PCB. Sehingga posisi push button ‘melayang’. Meskipun demikian, button tersebut duduk dengan firm dan tidak goyang. Pilihan soft touch button memang tepat membuat keseluruhan ergonomi lebih yang baik, membuat ingin selalu bermain. Karena untuk navigasi, kita tidak perlu memindahkan jempol kiri, cukup goyang sedikit maka tombol atas bawah kanan kiri akan tersentuh.

  • Layout modul lipo charger TP4056 pada PCB ternyata lebih lebar dari yang modul yang saya beli. Sehingga saya perlu menekuk pin headernya sedikit untuk bisa masuk ke PCB. Menurut saya ini bukan masalah dari board, tetapi memang dimensi modul yang bervariasi. 

Arduboy sekarang sudah menyala dengan baik dan dapat dimainkan. Selanjutnya adalah membuat sandwich acrylic agar arduboy memiliki body yang lebih baik lagi. Sekian sharing dari saya, terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat. Mohon dukungan untuk blog ini dengan memberikan like, share dan subscribe. Sampai bertemu pada tulisan berikutnya.

 

Facebook Comments
 

Leave a Reply