Arduboy vs. Makerbuino

, , 1 Comment

Halo selamat datang kembali di andidinata.com. Pada kesempatan kali ini saya tertarik untuk membandingkan dua platform portable game 8-bit, yaitu Arduboy dan Game/Makerbuino. Kedua platform game ini sama-sama powered by Arduino dan memulai debutnya dari campaign Kickstarter. Saya akan membahasnya dari beberapa aspek, yaitu spesifikasi, gameplay, development dan harga.

Spesifikasi

Arduboy:

  • Arduino Pro Micro ATmega32u4
  • 1.3 inch OLED LCD 1 bit (128×64)
  • Piezzo speaker 2 chanel
  • 6x soft push button. 4 directional dan 2 action
  • 1x toggle switch on/off
  • Thin lithium battery 180 mAh
  • Ukuran sebesar kartu kredit dengan ketebalan 5 mm, sangat tipis
  • Durable built quality. Aluminium dibelakang dan clear plastic front
source: https://paradisetronic.com/de/arduino/arduboy-open-source-8-bit-gaming-platform

Layar OLEDnya sangat terang, tajam dan resolusinya bagus, meskipun hanya hitam-putih. Namun banyak game developer tidak kurang akal untuk membuat warna terlihat abu-abu. Ukuran layar yang kecil 1.3 inch memang tidak semua orang bisa menerima tetapi sebenarnya tidak terlalu masalah saat sudah terbiasa. Ukuranya yang sangat tipis membuatnya bisa masuk ke kantong. Built qualitynya solid, seperti built to last dan tidak terlihat sebagai DIY product.

 

Makerbuino:

  • Arduino Nano ATmega328P
  • LCD 84×48
  • Magnetic speaker
  • SD card slot
  • 7x push button clicky, 4 direction dan 2 action (A & B) dan 1 menu (C)
  • 2x potentiometer untuk volume dan backlight brightness
  • 2x toggle switch untuk on/off dan sound mute
  • 2x I2C port untuk multiplayer dengan Makerbuino lainnya
  • 1x 3.5 mm audio jack
  • Lithium Polymer battery 600 mAh
  • Ukuran besar dan tebal, namun ergonomic.
  • Built quality cukup baik. Laser cut acrylic sandwich

Makerbuino menggunakan ATmega328 yang merupakan generasi lebih lama jika dibandingakan dengan ATmega 328P. Untuk terhubung dengan komputer kita harus menggunakan FTDI module dan menginstall driver terlebih dahulu. LCDnya hitam-putih namun dapat menampilkan warna abu-abu, sehingga game memiliki tambahan warna. Keberadaan SD card memudahkan pengguna untuk meyimpan semua game di dalamnya dan ada banyak tombol dan pengaturan yang bisa dilakukan dengan potentiometer dan toggle switch. Makerbuino memberikan kesan DIY electronics yang kuat.

 

Gameplay

Gameplay yang saya maksudkan adalah kenyamanan sewaktu bermain game. Karena penggunaan teknologi display yang lebih baik, maka gaming feel di Arduboy saya nilai lebih baik daripada Makerbuino. Karena screen yang tajam dan higher refresh rate membuat permainan lebih smooth. Tombol soft button juga menambah kenyamanan dalam bermain. Posisi bermain mungkin bukan yang ternyaman untuk tangan yang lebih besar.

Dalam urusan posisi ergonomi menurut saya Makerbuino lebih baik. Karena selain mengusung posisi landscape dimana button berada disamping kanan dan kiri display, posisi genggam sangat nyaman. Penggunaan button yang sangat clicky memang membuat kesan retro yang lebih kental, namun demikian tombol ini cukup mengganggu bagi orang disekitar kita karena suaranya klik nya.

Banyak game yang berada di Arduboy lebih polished, image grafis lebih terlihat mulus jika dibandingkan dengan Makerbuino, lebih terlihat professional, lebih bagus karena di dukung oleh penggunaan display OLED. Hanya saja hanya satu game saja yang bisa ditampung dalam device ini. Oleh karena itu kita membutuhkan bantuan komputer jika kita ingin mengganti game. Komunitas Arduboy menyediakan sebuah software Arduboy Manager untuk mengcopykkan game ke device dengan lebih mudah.

Tidak seperti halnya dalam Makerbuino. SD card ukuran 1GB dapat menampung semua game yang rata-rata berukuran kecil (< 3000kb). Makerbuino memiliki program loader yang mengambil game tersebut dari SD card dan flashing ke ROM Arduino secara langsung. Sehingga pergantian game bisa dilakukan langsung dari device. Untuk mengcopykan game ke device, cukup mengcopykan file .HEX ke dalam SD card. Game yag berjalan di Makerbuino adalah game yang juga berjalan di gamebuino. Game-game tersebut dapat di download dari website communitynya http://legacy.gamebuino.com/wiki/index.php?title=Games

Secara kualitas, game makerbuino kalah jauh dengan Arduboy. Image lebih kasar dan animasi kurang smooth secara kualitas game yang didevelop dalam platform gamebuino lebih rendah dari Arduboy.

Development

Arduboy dan Makerbuino adalah project open source sehingga setiap orang dapat membuat game sendiri dan merubah game yang sudah ada. Arduboy yang terbit lebih dahulu dari Makerbuino memilki komunitas yang lebih besar dan sudah memiliki banyak game yang bisa didownload.

Kedua plaftorm ini baik Arduboy dan Makerbuino memiliki program simulator game yang bisa dikontrol dengan keyboard. Felipe Manga membuat program simulator Arduboy (https://felipemanga.github.io/ProjectABE/) yang berjalan di browser, atau download versi standalone untuk Windows atau Linux. Untuk mengkontrol, tombol-tombol on screen digunakan. Emulator Arduboy ini tidak mengeluarkan suara, jadi kurang berasa feelnya.

 

Untuk Makerbuino, game-game yang tersedia untuk gamebuino bisa dicoba di simbuino4Web(HTML5) yang juga bisa dikontrol dengan keyboard dan emulator ini mengeluarkan suara.

 

 

Harga

 

Terakhir adalah perbandingan nilai ekonomi dari kedua platform ini yaitu dari segi harga. Baik Arduboy dan Makerbuino, keduanya mahal dari ukuran kita yang berada di Indonesia terlebih lagi saat ini kedua platform sudah diluar Kickstater dan mendistribusikan produk masing-masing dengan harga retail. Berikut ini perbandingannya:

Arduboy 49.00 + Shipping 13.57 = US$ 62.57 (Rp. 844,695), Store: Seeed Studio China

Makerbuino 64.00 + Free Shipping = US$ 64.00 (Rp. 864,000), Store: Indiegogo

Perlu diingat kembali kedua platform ini adalah open source yang artinya kita dapat membuatnya sendiri dengan harga yang dapat ditekan serendah-rendahnya. Berikut ini  adalh bill of materials/daftar bahan minimum dari kedua platform tersebut antara lain:

Arduboy                                   Rp. 201,000

Arduino Pro Micro ATmega32u4       65,000

1.3 inch OLED SPI 128×64             100,000

6x push button                                    3,000

1x Piezzo buzzer                                1,500

1x LiPo battery bekas HP                     Free

1x TP4056 lithium charger module   10,000

1x toggle switch                                  1,500

Protoboard                                        20,000

 

Untuk mempermudah, teman saya Hendra Kusumah sedang mengembangkan custom PCB yang mempermudah kita untuk merakit Arduboy sendiri. Harga custom board belum dipublish oleh Mas Hendra. Berikut ini bentuk dari PCB custom yang sudah dirakit dengan beberapa komponen dan juga diberikan acrylic base. Very nice work!, pesen satu Mas Hendra!

 

Ardubuino with minimalistic components #arduboy #arduino #retrogaming #diy #maker #hackaday

Sebuah kiriman dibagikan oleh Hendra K (@chalei87) pada


Makerbuino                                   Rp.145,000

Arduino Nano ATmega328                    40,000

SD card module                                     25,000

LCD Nokia 84×48                                   35,000

7x push button                                         3,500

1x speaker 8 ohm 1W                            10,000

1x LiPo battery bekasi HP                         Free

1x TP4056 lithium charger module         10,000

1x toggle switch                                        1,500

Protoboard                                              20,000

Kalau tidak ada halangan, saya akan mencoba untuk menDIY-kan kedua DIY product diatas. Baiklah, sekian ulasan perbandingan antara Arduboy dan Makerbuino, tidak ada pemenang karena bukan pertandingan. Kiranya informasi ini memberikan wawasan dan pengetahuan. Mohon dukungan untuk blog ini dengan memberikan like, komentar dan subscribe. Sampai bertemu dalam tulisan berikutnya.

Facebook Comments
 

One Response

Leave a Reply