3 Tips Raspberry Pi yang perlu kamu ketahui

, , 2 Comments

Halo selamat datang kembali di andidinata.com. Lama sudah saya tidak menulis tentang Raspberry Pi selain karena kesibukan kantor yang makin menjadi, juga karena project-project dengan micropython. Pada kesempatan kali ini saya akan membagian 3 trik Raspberry Pi yang perlu kamu ketahui agar lebih nyaman.

1. Menonaktifkan on-board wifi dan bluetooth

Ada kalanya kita membutuhkan wifi dengan jangkauan yang lebih jauh dari pada yang mampu dijangkau oleh onboard wifi. JIka USB WIFI Dongle tersebut kita pasang melalui USB, maka terdapat dua wireless protocol yang aktif bersamaan. wlan0 untuk onboard dan wlan1 untuk USB. Hal ini membuat koneksi mubazir karena tidak memiliki daya tambah, malahan memakan lebih banyak miliampere dari baterai kita. Untuk beralih menggunakan USB Wifi Dongle saja sebagai wireless utama, maka tambahkan perintah dibawah pada bagian paling bawah dari /boot/config.txt, lalu restart.

dtoverlay=pi3-disable-wifi

Dengan demikian wifi onboard akan menjadi tidak aktif dan wlan0 merujuk pada USB wifi dongle. Untuk mengembalikannya ke semula, cukup berikan tanda comment ‘#’ di depan baris tersebut.

Untuk menonaktifkan bluetooth, lakukan dengan cara yang sama yaitu:

dtoverlay=pi3-disable-bt

Ingin tahu lebih jauh tentang overlays, klik link berikut ini:

https://github.com/raspberrypi/firmware/blob/master/boot/overlays/README

2. Higher resolution untuk Pi Official 7 inch Touch Display

Raspberry Pi 7 inch touch display adalah asesories original dari Raspberry Pi Foundation. Display ini menggunakan DSI connector yang ada disisi kiri board Raspberry Pi. Display dengan teknologi IPS ini memiliki resolusi 800×480 yang capacitive touch screennya bisa langsung dipakai tanpa install driver apapun. Satu problem display ini adalah resolusinya yang membuat workspace terlalu kecil. Screen height 480 pixel membuat beberapa window dialog tidak ditampilkan utuh sehingga tombol OK atau Cancel atau Apply yang biasa di bagian bawah tidak terlihat. Untuk merubah resolusi menjadi lebih lega kita kembali masuk ke dalam boot/config.txt

# uncomment to force a console size. By default it will be display's size minus
# overscan.
framebuffer_width=1024
framebuffer_height=614

Save dan restart. Maka layar akan menjadi lebih lapang. JIka kita tetap di resolusi asli 800×480, maka tombol OK dan Cancel pada gambar dibawah ini tidak akan terlihat.

Meskipun layar menjadi lebih lapang, akurasi touch screen masih tetap sama.

3. Rotasi display

Masih seputar display. Salah satu display yang saya gunakan adalah Waveshare atau KeDei 3.5 inch HDMI dengan resistive touch screen yang terhubung dengan Raspberry Pi melalui HDMI U-connector. Salah satu kelemahan dari penggunaan display ini adalah HDMI connectornya yang terlihat protruding (mencuat keluar) dari dimensi Raspberry Pi. Dalam konstruksi retrogaming, design akan menjadi tidak apik karena bagian yang menonjol ini.

Untuk mengatasinya, kita perlu memutarnya layar dan contentnya 180 derajat. Untuk melakukannya, kembali masuk ke /boot/config.txt dan masukkan

display_rotate = 2

Untuk rotasi yang lain, 3= 90 derajat, 1 =270 derajat dan 0 adalah 0 derajat. Perlu diingat, touch screen juga perlu dirotasi.

Sekian sharing singkat dari saya, semoga tips ini membuat kita lebih nyaman bekerja dengan Raspberry Pi. Dukung blog ini dengan memberikan like, share dan subscribe. Saya berusaha untuk selalu menuliskan artikel-artikel setiap bulannya. Terima kasih

Facebook Comments
 

2 Responses

Leave a Reply