Review Espectro Core

, , 2 Comments

Halo selamat datang kembali di andidinata.com. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sebuah board development berbasis ESP8266 E-12F buatan anak negeri. Namanya Espectro Core dari dapur Dycodex yang bermarkas di Bandung. Board yang saya review ini adalah milik dari Mas Hendra Kusumah yang dengan baik hati mengijinkan saya untuk meminjamnya beberapa waktu.

Board Espectro Core ini adalah varian yang paling basic dari seluruh lini produk Espectro. Untuk varian Core, board ini sudah diberi sensor adan actuator onboard seperti:

  • Photoresistor yang terhubung dengan Pin A0
  • 3 NeoPixel yag terhubung dengan GPIO2
  • 1 Led yang terhubung dengan GPIO15

 

Selain itu, board ini juga memiliki kelebihan dalam aspek kepraktisan yang luar biasa antara lain:

  • Battery connector yang bisa digunakan untuk menyambungkan LiPo Battery atau AA
  • Battery breakout pad
  • Toggle switch on/off power. Switch sederhana ini membuat kenyamanan extra. Kita mematikan board dengan cara yang lebih elegan ketimbang cabut kabel USB
  • Grove connector untuk I2C
  • Header untuk OLED I2C display
  • Round contact point untuk crocodile clip
  • Stackable header
  • Led indicator untuk Power, RX dan TX. Jadi kalau kita memasukkan perintah dari Putty, led hijau dan orange akan menyala mengikuti ketikan keyboard.
  • Semua pin dari ESP E-12F bisa diakses

Build Quality

Kualitas PCB baik, tebal terlihat kokoh jika dibandingkan dengan Wemos D1 Mini atau NodeMCU yang lebih tipis. Yang saya dengar bahwa Dycodex mensolder semuanya manually, artinya pick and place dari komponen SMT ini dilakukan dengan tangan, bukan dengan mesin. Kualitas solderannya baik, patut diacungi jempol. Selain itu board ini memiliki layout yang baik dan rapi.

Testing

Board ini menggunakan CP2102, sama seperti NodeMCU, dan langsung dikenali di komputer windows sebagi COM3. Sebelum melakukan testing, saya install micropython terlebih dahulu. Setelah selesai, bukan blinking led (blue led di GPIO15) yang saya pakai untuk testing, melainkan NeoPixel dengan full brightness yang sangat menggoda. Neopixel dapat diakses dengan mudah dalam micropython untuk membuat rainbow seperti pada video dibawah ini.

 

Harga

Terkait dengan harga, menurut saya harga jual (excl. ongkir) di Rp. 279,000 (21 USD) sudah tergolong reasonable. Harga tersebut mirip Adafruit Circuit Playground Express yang dijejali dengan sebegitu banyak sensor (temperature, photoresistor, IR RX/TX, 2 user button, accelerometer, microphone, speaker, 10 mini neopixel, banyak input/output digital dan analog dan capacitive touch yang dibandrol 24 USD.

Dari pengalaman saya, banyak orang tua yang memandang harga tersebut mahal untuk sebuah pengetahuan komputer dan programming bagi anak-anaknya. Padahal harga tersebut lebih murah dari baju mereka. Benar kan??

Beberapa masukan untuk pengembangan lebih lanjut

Dalam melakukan review ini saya tidak diendorse atau disponsori oleh pihak manapun, jadi kelebihan maupun kekurangan disampaikan apa adanya. Bahkan jika ada pihak lain yang mengendorse atau mensponsori, maka saya pun akan tetap menampilkan kelebihan dan kekurangan seperti apa adanya. Mending ga review kalau dipaksa-paksa.

Round contact terlihat sudah mulai teroksidasi. Sama halnya dengan micro usb port dan power on/off swtich.

 

Pin header yang tidak simetris, kurang enak dipandang.

Posisi jumper enabler untuk menggunakan NeoPixel ada dibawah, sehingga board ini tidak bisa dibenamkan dengan baik di breadboard karena keganjel dengan jumper. Jika jumper diganti dengan toggle/dip switch akan lebih baik lagi.

 

Di jaman yang serba personalisasi, warna PCB yang putih membuat board ini terlihat plain. Memang ini masalah selera. Selain itu warna putih akan menguning seiring waktu. Jika PCB yang digunakan berwarna Purple atau Biru maka akan membuat board ini lebih punya karakter.

Selain itu, berikan ruang untuk customization saat mengorder, misalnya order tanpa header yang disolder, tanpa grove. Jadi profil tertinggi pada board hanya dari battery connector. Saya sempat tanyakan ke customer servicenya dan masih ditanyakan apakah permintaan seperti itu bisa diakomodasi.

Saya juga harapkan ada varian-varian lain, misalnya dengan header untuk 4 servo motor seperti pada ESP E-12 Motor Shield, maka Espectro bisa dipakai untuk aplikasi robotik dengan lebih mudah. Atau varian dengan RTC onboard karena sangat berguna untuk keperluan data logging. Dan terakhir, dokumentasinya masih minim dan banyak salah ketik, sehingga terlihat kurang professional. Sebaiknya dibuat dokumentasi lebih baik lagi dan disertai dengan berbagai macam contoh.

Setelah mereview, saya sedang mempertimbangkan untuk membeli versi terlengkap dengan Temperature dan Accelerometer asalkan bisa custom. Board ini saya nilai baik dan berguna bagi pemula hingga professional user.

Sekian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat buat rekan-rekan yang mungkin belum pernah mengetahui atau sudah mendengar tetapi ragu. Mohon dukungan untuk memberikan like, komentar dan subscribe blog ini apabila belum. Terima kasih dan sampai berjumpa kembali pada tulisan berikutnya.

Facebook Comments
 

2 Responses

Leave a Reply