Solusi IoT: Raspberry Pi atau ESP8266?

, , Leave a comment

Halo selamat datang kembali di blog andidinata.com. Kali ini saya akan membagikan pengalaman membandingkan dua solusi IoT untuk membuat temperature dan humidity data logger secara sederhana. Saya pernah membuat project ini sebelumnya dengan menggunakan Raspberry Pi sekaligus membuat webserver untuk visualisasi dari data yang dicatat. Dalam project kali ini saya akan menggunakan ESP8266 dengan micropython untuk mengerjakan solusi yang sama dan membandingkan kedua solusi ini.

Berikut ini perbandingan dari 6 aspek solusi IoT antara Raspberry Pi dan ESP8266

 Raspberry PiESP8266Keterangan
HardwareRaspberry Pi 3/Zero
Display Nokia 5100
Sensor DHT11

Cost~ Rp. 600,000
ESP8266 NodeMCU
Display Nokia 5100
Sensor DHT11

Cost~ 120,000
Harga board menjadi pembeda utama antara Full-fledged Linux desktop PC vs. microcontroller
Software Development- Python 2/3
- Apache Webserver
- MicroPython
- ThingSpeak
Raspberry Pi juga bisa terkoneksi ke ThingSpeak
Default accessibilityLocal webserverCloud serviceTentu Raspberry Pi webserver bisa diakses dari internet dengan berbagai metode.
Real TimeYesYesArtinya data yang dicapture bisa diatur untuk sesegera mungkin ditampilkan melalui visualisasi.
Ease of DevelopmentMediumEasyDevelopment dengan ESP8266 membutuhkan langkah yang lebih sedikit daripada dengan Raspberry Pi
Future developmentHighLimitedDengan GPIO pin yang tersisa banyak, kemampuan integrasi API, membuat solusi dengan Raspberry Pi bisa dikembangkan jauh lebih kompleks.

Dari tabel diatas terlihat jelas bahwa solusi IoT dengan ESP8266 memiliki banyak kelebihan daripada solusi yang dikerjakan dengan Raspberry Pi. Jika scope project kita memang tidak besar, penggunaan microcontroller lebih fit for purpose.

Contoh versi dengan Pi Zero, IoT pHAT, DHT11, LCD1602

 

ESP8266, DHT 11, LCD Nokia 5110

 

Terima kasih telah membaca, nantikan post berikutnya tentang tutorial membuat solusi ini di Raspberry Pi dan juga di ESP8266.

 

 

Facebook Comments
 

Leave a Reply