First impression review: Raspberry Pi 7″ Touchscreen Display

, , Leave a comment

Halo selamat datang kembali di andidinata.com. Kali ini saya akan membahas tentang Official Raspberry Pi 7″ Touchscreen display yang merupakan produk dari Raspberry Pi Foundation. Saya merasa beruntung karena bisa mendapatkan barang ini dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Harga bandrol dari Adafruit jika dirupiahkan  (asumsi 1 USD = 13,500 IDR) adalah Rp. 1,080,000 kalau ditambah ongkir dan pajak masuk nilainya bisa nambah lagi. Dan kalau beli di distributor resmi dari Element 14 yang di Jakarta (pernah saya telpon), harga dibandrol 1,25 juta. Untuk harga semahal itu, saya tidak berminat. Terlalu mahal, mending dana bisa disimpan duit untuk hal yang lain.

Tapi beruntung, bulan Agustus 2017 lalu,  sewaktu ada promo gratis ongkir Tokopedia, seorang anggota di grup Facebook Raspberry Pi Indonesia menawarkan display baru ini dengan harga Rp. 750,000 (setelah diturunkan dari harga sebelumnya sebesar 1 juta). Harga itu sudah 40% lebih rendah dari harga pasar, free ongkir lagi. Maka segera saya saya kontak yang bersangkutan dan jadilah.

Sesampainya barang itu di rumah, mata saya berbinar karena boxnya memang baru, tanpa goresan dan sepertinya belum pernah dibuka, atau jika pernah, sepertinya dibuka tapi dengan hati-hati.

Ini dia isi dari box Raspberry Pi 7″ Touchscreen Display yang terdiri dari 1 display unit, 1 display controller, 1 kabel DSI sepanjang 10 cm, 4 kabel jumper 20 cm dan 4 skrup M2.5 dan 4 spacer/stand-off. Boxnya kokoh, seperti box smartphone pada umumnya.

Display unitnya memiliki bezel yang besar. JIka dilihat dari gambar diatas, tepian warna hitam itu adalah bezelnya. Layar masih terbalut dengan protecting film yang nanti akan saya lepas kalau sudah pakai film anti gores. Dari display menjulur dua pita kabel untuk display dan capacitive touch panelnya.

Ada logo Raspberry Pi pada controller boardnya yang menandakan bahwa ini adalah official product dari Raspberry Pi Foundation. Diatas board ini juga terdapat port micro usb sebagai Power IN, port USB type-A sebagai Power OUT, DSI interface untuk sambungan dengan DSI di unit Raspberry Pi dan 5 pin header untuk dihubungkan dengan GPIO pin Raspberry Pi.

Board ini juga memiliki voltage regulator baik disisi input dan outputnya (dekat pin header), sehingga kita bisa menyalakan Raspberry Pi dan display ini cukup dengan 1 kabel power saja melalui port micro usb.

Final assembly

Catatan performance:

  1. Kerapatan pixel dan brightness levelnya bagus, nyaman dimata.
  2. Karena bukan tipe IPS, maka pandangan harus tegak lurus untuk mendapatkan display quality yang baik. saat display digerakkan 10 derajat, maka warna sudah berubah dan kita tidak bisa melihat apa yang ditampilkan dengan baik.
  3. YouTube lancar
  4. Touch screennya akurat di setiap area bahkan di dekat tepi (menu icon, taskbar, clock). Sensitive namun lag masih terasa saat kita melakukan scroll layar atau drag object.

Bagian frame display (yang berwarna hitam) cukup tipis, sekitar 1 mm saja, jadi menggunakan display ini apa adanya seperti gambar diatas akan beresiko untuk rusak karena benturan atau handling. Penggunaan display ini dengan Raspberry tanpa proteksi tidak saya sarankan. Agar aman, maka saya menggunakan boxnya yang kokoh sebagai casing. Tinggal ukur, potong dan jadilah casing pelindung.

Box ini cukup serbaguna, kita bisa membuat Raspberry dan displaynya dalam mode tablet atau dalam mode PC seperti bisa dilihat pada gambar dibawah ini. Geser untuk melihat beberapa foto.

 

Kalau ditanya apakah ini final built? jawabannya belum. saya sedang menggambar casing yang lebih baik, lebih tipis dengan semua port Raspberry Pi (USB, LAN, HDMI, A/V dan GPIO) bisa diakses dengan mudah.

Terima kasih sudah mengikuti ulasan ini. Semoga bermanfaat dan memberi pengetahuan. Silahkan like, subscribe dan share tulisan ini. Sampai berjumpa kembali pada tulisan berikutnya.

Facebook Comments
 

Leave a Reply