Another Portable Game Project

, , 2 Comments

Selamat datang kembali di blog andidinata.com. Dalam blog ini beberapa kali saya menuliskan tentang project yang berhubungan dengan game console. Mungkin ini adalah project game console yang terakhir, karena sudah puas secara bentuk dan juga performance. Di project yang sebelumnya saya selalu merasa ada yang kurang di hasil akhir.

  • Project #1. LCDnya low speed. Meskipun clock frequency-nya dibikin mentok 48 MHz tapi tetap saja game tidak playable. Maklumlah memang LCD bajakan, sehingga penggunaan Pi 3 pun jadi mubazir. Kalau kamu punya LCD yang serupa dan ingin memainkan retropie, silahkan membaca tulisan saya yang berjudul Game Portable (2/2).

 

  • Project #2. LCDnya pakai 7″ tapi kerapatan pixelnya rendah, jadi walau dengan composite, tampilan teks tidak terlihat baik. Ditambah lagi pakai 12 volt, sehingga rangkaian agak ribet dikit karena mesti menambahkan DC-DC buck converter agar cukup dengan satu kabel untuk menyalakan LCD dan Pi. Baca tutorialnya di tulisan saya yang berjudul Retrogaming on 7 inch TFT LCD Display. Di project ini saya menggunakan Pi Zero W. Pi Zero W untuk gaming kayaknya rada waste of source. Padahal diluar sana banyak yang ngarep Pi Zero W untuk hal-hal yang lebih seru.


Karena masih belum puas, maka tiba akhirnya di project ketiga. Project ketiga untuk game portable ini menggabungkan pembelajaran dari dua percobaan sebelumnya. Lebih tepatnya penggabungan kelebihan dari solusi-solusi sebelumnya. Berikut ini perubahannya:

  • LCD 3.5 Inch Fake Waveshare SPI berubah ke LCD 3.5 Inch KeDei HDMI. Dengan LCD HDMI ini, gambar dijamin bagus dan tanpa ribet install driver apapun. Plug and play. Baca reviewnya tulisan saya sebelumnya yang berjudul LCD 3.5 inch HDMI.
  • Raspberry Pi Zero W berubah Raspberry Pi 3 strip-down (tanpa LAN, 1 USB, low-rise GPIO). Kelemahan keluarga Pi Zero sebenarnya satu yaitu low performance sehingga yang bisa diemulate dengan smooth hanya sebatas Super Nintendo saja. Kalau mau main PSX atau PSP game maka Pi 3 jawabannya. Namun Pi 3 terasa tebal karena ada. Saya ingin setipis Pi Zero, tapi sepowerful Pi 3. Caranya tinggal menipiskan Pi 3 saja dengan cara melepas komponen-komponen besar yang membuat tebal. Bentuk akhirnya seperti dibawah ini. Jika ingin melihat trik melakukannya, baca posting saya sebelumnya yang berjudul Raspberry Pi 3 “Zero”

Compute card (Pi3 and Pi2) #raspberrypi #raspberrypi3 #raspberrypi2 #raspberrypifoundation #iotphat

A post shared by Andi Dinata (@mdinata) on

  • Power bank / 12 volt adaptor menjadi RPi PowerPack + battery 3800 mAH. Ini adalah komponen terakhir yang membuat game portabel menjadi benar-benar portabel. Baca reviewnya di tulisan saya sebelumnya yang berjudul Review RPi Powerpack.

Battery module for the Pi #raspberrypi #raspberrypi3 #raspberry

A post shared by Andi Dinata (@mdinata) on


Untuk konstruksi frame saya menggunakan bahan acrylic 2 mm berwarna hitam. Untuk memotong acrylic saya gunakan gergaji. Sedangkan untuk spacer/stand-off saya gunakan obeng kecil yang dipanaskan untuk membuat lubang. Prinsip konstruksi fisiknya adalah ‘sandwich’, berikut ini adalah ilustrasinya.

dan hasil akhirnya seperti gambar dibawah ini.

Ini adalah model konstruksi terakhir saya untuk game handheld dengan Raspberry Pi 3. Jika saya punya akses ke printer 3D, mungkin saya akan perbaiki lagi konstruksinya. Tapi yang sekarang sudah ergonomis dan posisi jempol sudah pas untuk menguasai seluruh tombol-tombol 8bitdo zero.


Tertarik untuk mencoba?

Terima kasih sudah membaca semoga berguna. Jangan lupa subscribe, like dan share tulisan ini dan sampai bertemu kembali dalam tulisan berikutnya.

 

Facebook Comments
 

2 Responses

  1. Fani

    September 8, 2017 5:44 am

    Akhir’y kelar jg..
    Jd hasil akhir’y kya gini ya om,btw itu connect 8bitDo via blutut ya om??
    Oh iya kira” klo lcd pake yg ada di mobil tuh yg buat memonitor saat parkir bisa gak ya? Di YouTube ada beberapa yg pake lcd itu, connect via kabel merah ama kuning, bisa gak ya kira”?

    Reply

Leave a Reply