Raspberry Pi 3 “Zero”

, , Leave a comment

Judul itu bukan tentang varian baru Raspberry Pi tapi tentang bagaimana membuat Raspberry Pi 3 tampil lebih ringkas dan muat untuk diselipkan ke project. Ide memang bukan orisinil, sudah banyak orang yg melakukannya, bahkan muncul di Adafruit. Saya sendiri sering kali maju mundur saat ingin mencoba, karena satu alasan. Takut ngerusak board. Tapi ya sudah kalau ngga dicoba ngga bakalan tahu.

Hasil akhir adalah seperti ini gambar dibawah ini:

  • Tanpa LAN port karena sudah ada WIFI yang stabil dan kencang.
  • 1x USB low profile. Selama pakai Raspberry belum sampai menggunakan semua USB port. Satu saja cukup untuk dongle wireless keyboard/mouse.
  • Tanpa GPIO header. Kalau perlu akses GPIO, langsung solder saja.

Konfigurasi ini mirip dengan Raspberry Pi A+ yang sempet tergoda, tapi karena computing power yang low saya jadi urung beli. Setelah port USB dan LAN dicopot, terlihat pin header menjadi part yang paling tinggi, jadi akhirnya saya copot juga.

Peralatan:

  1. Tang potong
  2. Solder
  3. Timah
  4. Alat hisap timah manual
  5. Pisau lipat atau obeng untuk mengungkit
  6. Sedikit niat dan nekat

Ini adalah kali pertama bagi saya membongkar komponen-komponen tersebut, jadi saya butuh waktu 2 jam untuk melepas dan merapikan kembali. Dan penting untuk break sesering mungkin setelah satu komponen lepas sebelum melanjutkan ke komponen berikutnya. Hal ini membuat saya lebih rileks dan tidak emosional sehingga terburu-buru untuk menyelesaikannya. Dalam mengerjakan, saya memang tidak berniat untuk salvage (=melepas untuk menggunakan kembali) komponen-komponen tersebut karena peralatan saya minimum (baca=tidak ada desoldering vaccum) . Lagian dengan pendekatan itu, proses menjadi lebih cepat.

OK, langsung saja tentang tips dan trik mengerjakan ini:

  1. Mulailah dari LAN, lalu USB, dan terakhir GPIO header. Karena LAN paling mudah, jadi ini baik untuk pembiasaan diri dulu.
  2. Lepas housing dari logam terlebih dahulu dengan tang potong.
  3. Bongkar bagian housing plastik dan tinggalkan pin dari port LAN yang masih terikat di PCB.
  4. Tambahkan timah pada solderan asli sehingga mudah meleleh.
  5. Cabut dulu tiap pin, setelah itu cabut housing dari PCB.
  6. Jangan hiraukan dulu timah yang masih tertinggal, kita bersihkan ditahap akhir.
  7. Untuk melepas GPIO male header, ungkit dulu plastik hitam dari header perlahan-lahan hingga plastik header naik dan terlepas seluruhnya.
  8. Setelah plastik hitam terlepas, tambahkan timah kesemua solderan pin agar lebih mudah leleh. Lalu cabut satu persatu dengan tang potong
  9. Untuk membersihkan board, gunakan cairan acetone untuk menghilangkan noda hitam akibat solder.
Kinclong setelah dilap dengan acetone

Setelah semua lepas, tambahkan satu port USB low profile sebagai input keyboard/mouse.

Setelah semua selesai, saya jadi kaget melihat hasilnya, ternyata Raspberry Pi full size bisa setipis ini tapi  tetap berfungsi seperti Pi 3.

Cukup satu USB saja

Silahkan melilhat instagram ini untuk melihat tahapan-tahapan dari awal hingga akhir. Selamat mencoba.

Pi 3 On Diet #raspberry #raspberrypi #raspberrypi3 #raspberrypifoundation

A post shared by Andi Dinata (@mdinata) on

 

Selain Raspberry Pi 3, saya juga mencoba mempreteli Raspberry Pi 2 yang saya gunakan sebagai alarm clock yang terhubung dengan Google Calendar API untuk event reminder dan alarm. Raspberry Pi 2 ini sebenarnya hanya menggunakan pin I2C untuk RTC dan SPI untuk led matrix dan selalu dioperasikan dengan remote. Dengan pengalaman Raspberry Pi 3, kali ini proses membongkar lebih cepat. Saya butuh 1.5 jam untuk melepas LAN, USB ports, GPIO Header, MPI dan DSI port dan membersihkan (termasuk istirahat). Ini hasilnya, fresh!!

 

Melepas port DSI dan CSI sebenarnya sangat mudah. Karena baru pertama kali belajar, maka ada beberapa pads yang copot di CSI, sehingga tidak bisa digunakan lagi. Belajar dari situ, melepas DSI dikerjakan dengan cepat. Tipsnya sederhana, yaitu cukup berikan solder yang berlimpah dikedua sisinya, setelah itu congkel dengan solder yang panas. Dengan cara ini kita bisa melepas beberapa 4-5 pin DSI/CSI sekaligus. Lalu rapikan kembali gumpalan timah dengan solder dan setelah dingin seka dengan acetone.

Sebenarnya, dengan Raspberry Pi 2 ini, saya ingin melepas HDMI dan A/V portnya. Mungkin saya akan pertahankan HDMI dan lepas A/V portnya.

Dengan memangkas bagian-bagian yang tidak digunakan, membuat tampilan board menjadi lebih fresh dan lebih keren karena tampil berbeda.

Berani coba??

Facebook Comments
 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.