ASUS Tinkerboard dengan Android 6.0

, , Leave a comment

Perjalanan review saya dengan Tinker OS bisa dikatakan cukup saat saya selesai melakukan test GPIO pin. Dalam kesempatan ini saya akan menulis pengalaman tentang menjalankan sistem Android 6.0 di ASUS Tinkerboard.

Setelah mendownload paket image android dari situs tinkerboarding.co.uk, saya mengunakan Etcher untuk write image terebut ke micro sd card yang masih berisi Tinker OS v.1.8. Tidak ada yang saya backup dari Tinker OS, semuanya dihapus dan digantikan oleh Android. Jujur saja, baru kali ini saya menjalankan sistem android di SBC dan merasa sangat excited untuk melihat bagaimana sistem yang biasa ada di HP, tapi ada di komputer. Harapan saya cuman satu, ada Google Play Store. Tanpa app store dari Google ini, tampaknya kita tidak bisa segera menikmati hardware dari ASUS Tinkerboard ini.

Setelah proses write image yang cepat, saya agak was-was apakah booting berhasil atau tidak karena black screen muncul cukup lama. Karena jika dibandingkan dengan Tinker OS yang bootingnya hanya 9 detik bahkan pada saat 1st boot, Android 6.0 inin membutuhkan 30 detik, hingga lock screen tampil.

Kesan pertama, isi Androidnya mengecewakan karena tidak ada Google Play Store. Minimalis abis seperti gambar dibawah ini.

Tapi untungnya ada bantuan dari orang lain yang sudah berhasil menginstallnya dan saya tinggal mengikuti jejaknya saja. Walaupun proses tidak se-smooth tulisan blog tersebut tapi ada hal yang bias dipelajari. Salah satunya adalah tidak berhasil terhubung dengan Google Server. Setelah habis 30 menit ber Google-Fu hingga saya putuskan untuk melakukan factory reset (kembali ke fresh install state). Dan ternyata, proses ini membuat Google Play Store dapat diakses.

Begitu Google Play Store bisa diakses, maka potensi dari ASUS Tinkerboard ini baru bisa dikeluarkan. Dan ini adalah sebuah awal untuk mereview ASUS Tinkerboard dari sudut pandang Android. Hal pertama yang saya install adalah CPU-Z untuk melihat informasi hardware, AnTuTu Benchmark, Google Chrome dan Youtube. Setelah itu saya install beberapa game yang kompatibel dengan game controller 8bitdo. Posting IG dibawah ini hanya sekedar contoh saja bahwa Android bisa dijalankan di ASUS Tinkerboard. Dalam posting-posting mendatang, saya akan membandingkan antara Tinker OS dan Android dan kira-kira OS apa yang paling cocok untuk ASUS Tinkerboard.

 

AnTuTu benchmark tidak berhasil diselesaikan oleh Asus Tinker Board, karena setelah Test Blur board tiba-tiba shutdown, tidak ada nyala led sama sekali. Hal ini saya ulang berkali dengan hasil yang sama saja. Oleh karena itu saya pindah dengan menggunakan Geekbench 4. Hasilnya tidak sesuai dengan harapan saya. Untuk Single Core 778 dan Multi-Core 1921. Makin tinggi nilainya makin baik.

Kalau dibandingkan dengan device lainnya, kemampuan multi-corenya sedikit diatas LG Nexus 5 (Qualcomm Snapdragon 800 2.3 GHz) yaitu 1764. Tapi dibawah Xiaomi Mi 4c (Qualcomm MSM8992 Snapdragon 080 @ 1.4 GHz.

Hasil testing dapat dilihat di link https://browser.geekbench.com/v4/cpu/3354096 atau dibawah ini

[advanced_iframe securitykey=”d6d457acfe01a2a7bbf7095435f7ee708ed689b5″ src=”https://browser.geekbench.com/v4/cpu/3354096″ width=”100%” height=”600″]

Diatas kertas test memang terlihat Asus Tinker Board adalah device yang lemot, tapi kita patut untuk menjajalnya dengan real app. Saya jalankan 4 game favorit yang kompatibel dengan game controller 8bitdo zero yaitu Asphalt 8, EA Real Racing 3, Riptide GP, BB Racing. Saat game tersebut dimainkan, saya tidak komplain apapun kualitas grafis bagus dan gameplay smooth. Saya belum yakin apakah hardware acceleration sudah disupport oleh OS Android ini, saya belum menemukan official informasinya tapi dari bermain game, kemungkinan besar sudah. Lihat beberapa rekaman dari gameplay game tersebut di Asus Tinkerboard.


Untuk urusan memainkan video Full HD (1080p) tidak ada kendala. Video dengan format ini dapat dimainkan dengan lancar di KODI. Padahal KODI di Tinker OS belum bisa lancar lantaran terkendala absenya hardware acceleration. Saya belum mencoba 4K lagi di Android.

Kesimpulan

Kita semua tahu kelebihan Android sebagai sebuah operating system dengan ekosistem yang komplit. Menurut saya hingga Tinker OS makin matang, Android adalah ‘kendaraan’ awal dari ASUS Tinker Board untuk masuk ke market sebagai Android PC (untuk internet browsing, YouTube, Office, Entertainment. Dengan spec hardware yang bagus (termasuk 4K video) dan mampu memainkan game kelas berat dengan apik dan dengan harga yang murah (dibandingkan dengan Smart Phone Android), maka ada potensi yang bisa digarap.

Dari situ, untuk masuk ke dunia DIY Electronics dari Android, ASUS perlu juga menggarap API untuk GPIO pin, Python, mensupport touch screen dan juga camera. Maaf, pi camera Raspberry Pi baik 5 MP atau 8 MP, keduanya tidak bisa dijalankan di Tinker OS.

Sekian review first impression dari saya tentang ASUS Tinkerboard dengan Android 6.0. Semoga bermanfaat. Silahkan memberikan komentar, like, share dan subscribe.

Terima kasih

Link:

“https://www.ossblog.org/installing-google-play-store-asus-tinker-board/”

Facebook Comments
 

Leave a Reply