ASUS Tinker Board CPU Temperature Profile

, , Leave a comment

Setelah melihat profil temperatur CPU Raspberry Pi, saya tertarik untuk melihat bagaimana profil dari ASUS Tinker Board. Seperti kita tahu bahwa Tinker Board memiliki dapur pacu yang lebih bertenaga dan oleh karena itu heatsink menjadi asesories yang disertakan dalam pembelian board ini. Dalam test ini saya akan mencoba menaikkan load CPU dan mengujinya tanpa heatsink terpasang dan dengan heatsink. Lalu melihat bagaimana reaksi Tinker Board saat temperatur naik ketempat yang paling tinggi. Data temperature saya dapatkan dari onboard temperature sensor dengan perintah cat /sys/class/thermal/thermal_zone1/temp yang diambil setiap 5 detik dan disimpan dalam sqllite database.

Kondisi pengujian normal, maksudnya board tanpa casing, temperatur ruangan 25-26 oC dan tanpa kipas angin.

Saya tidak bisa menampilkan real time chart update di webserver, karena instalasi paket apache webserver di tinker OS yang tidak komplit sehingga pada saat akan mengaktifkan cgi, keluarnya “bash command not found”. Berikut ini adalah snapshot dari profil temperatur dari ASUS Tinker Board

 

Analisa dan Kesimpulan

Tanpa Heatsink

Sebenarnya ASUS Tinker Board bisa dijalankan tanpa heatsink. Dari cold boot, temperaturnya normal sekitar 47-49 oC saat idle, sama seperti Raspberry Pi 3. Temperatur mulai meningkat saat YouTube resolusi 1080p mulai dimainkan. Peningkatan temperatur juga semakin naik pada saat beberapa aplikasi yang dinyalakan. Chromium menyebabkan temperature jump yang tinggi, sama seperti yang diamati di Raspberry Pi 3. Puncak gunung temperatur tercapai di 80.3 oC. Screen langsung blank (hitam) dan tidak ada aktivitas dari sd card.

Tanpa heatsink, temperatur Tinker Board melonjak dari 50 oC ke 80oC dalam waktu 2 menit saja meskipun CPU load baru setengah. Total waktu menyala tanpa heatsink adalah 6 menit kemudian mogok. Mungkin ini adalah langkah preventif untuk mencegah kerusakan akibat tingginya temperatur.

 

Dengan Heatsink

Setelah restart, temperatur tidak seketika turun ke level temperatur 48 oC namun di kisaran 55-57 oC yang menurut saya masih dalam range normal. Seperti biasa temperatur naik dengan cepat saat youtube dimainkan disusul dengan internet browsing dengan chromium lalu GIMP mengantarkan temperatur level 79 oC. Beban yang meningkat ini seketika menaikkan temperatur dari 56 oC ke 79 oC dalam waktu 3 menit. Jika kita lihat grafik, maka slope peningkatan temperatur lebih landai bila dibandingkan dengan tanpa heatsink. Ini menunjukkan bahwa heatsink meredam peningkatan temperatur.

Yang menarik adalah, temperatur tidak lagi naik lebih tinggi dari 79 oC meskipun beban CPU semakin ditambah dengan memainkan game 3D Extreme Tux Racer dan membuka KDENLIVE (Video Editor) yang berusaha load 4K video. Di tahap ini CPU load sudah > 95% tapi youtube video masih bisa dimainkan dengan smooth dan suara juga tidak patah-patah. Lag tercatat pada saat mencoba untuk menambahkan video 4K kedalam KDENLIVE timeline yang menurut saya lag ini terjadi bukan karena temperatur tapi karena load CPU yang maksimum.

Dikondisi CPU yang mencapai beban puncak seperti ini, temperatur berfluktuasi di kisaran 77-79 oC, beberapa kali mencapai 80 oC tapi seketika kemudian turun lagi. Ini menandakan bahwa range tersebut adalah temperatur maksimum yang dipatok agar Tinker Board bisa dioperasikan dengan baik dengan tetap melindungi dari kerusakan akibat temperatur. Ini adalah bukti bahwa dapur pacu yang bertenaga perlu didukung dengan temperatur management yang baik.

Jadi Tinker board wajib menggunakan heatsink, hal ini sesuai dengan design. Kalau ingin lebih dingin lagi, tambahkan fan atau mungkin operasikan  dalam ruangan ber-AC agar Tinker Board dapat digunakan dalam waktu yang lama.

 

Sekian ulasan dari saya. Mungkin yang pertama di Indonesia yang membahas tentang ASUS Tinker Board dan temperaturnya. Jika tertarik raw data temperature yang dicatat di database, please inform.

Saya nantikan komentar, like, share dan subscribe ke blog ini dan semoga informasi ini memberikan pengetahuan.

Facebook Comments
 

Leave a Reply