Pi Zero W vs C.H.I.P

, , Leave a comment

Pada saat munculnya C.H.I.P di Kickstarter, slogan mereka adalah “World’s 1st 9$ Computer”. Dalam campaignnya sejak May 2015 selling point C.H.I.P adalah “does computer things” karena memang didalamnya ada full linux OS dan segudang aplikasi termasuk office dan multimedia. Terlebih lagi C.H.I.P sudah membenamkan fitur onboard WIFI, Bluetooth dan NAND sehingga secara praktis kita tidak perlu apa-apa lagi selain colok power dan pakai. NTC (Next Thing Co.) sangat sukses untuk mengumpulkan dana sebesar 2 miliar dollar dengan 39 ribu lebih pendukung.

CHIP tampak depan dan belakang

Memulai sesuatu inovasi yang fenomenal seperti C.H.I.P selalu dihadapkan pada kenyataan yang challenging. Saat raksasa SBC Raspberry Pi Org meluncurkan Pi Zero di November 2015 dengan tag “5$ Computer”. Seketika nama besar Raspberry Pi membuat Pi Zero melambung hingga kehabisan stok. Memang harga 5$ tidak menarik para distibutor untuk menjualnya keseluruh dunia. Tapi saat itu C.H.I.P masih bertahan karena mereka punya kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh Pi Zero yang tampil minimalis. Tapi peta kompetisi sudah berubah saat Pi Zero W diumumkan akhir Februari 2017 yang lalu. Sepertinya hal ini memberikan upper cut ke C.H.I.P sehingga dia terpojok di ring tinju sambil terhuyung-huyung walaupun ukuran C.H.I.P sedikit lebih besar dari Pi Zero W. Tonjokan dari Pi Zero W tepat ke selling point C.H.I.P yaitu onboard wireless dan dengan harga yang sama yaitu 9$.

The new challenger… Pi Zero W. Bagian belakang adalah add-on board Zero4U (dijual terpisah) untuk menambah jumlah USB port

Saya akan coba bandingkan mereka dari berbagai sudut pandang. Pertama tentang spesifikasi hardware, kedua tentang tambahan biaya, ketiga tentang kepraktisan, keempat tentang performa dan kelima tentang support.

 Pi Zero WC.H.I.P
CPUBroadcom BCM2835 1Ghz, Single-coreAll Winner 1GHz ARM R8
RAM512 MB512 MB
GPUVideoCore 4Mali 400
StorageMicroSD, no onboard storageOnboard NAND Toshiba 4GB
USB1x port micro USB OTGFull size USB Type-A
Video portMini HDMI 1080p 60fps
Composite video
TRRS A/V Port
Audio port-Stereo via TRRS A/V Port
Power1x micro USB port1x micro USB port
1x LiPo connector
NetworkBluetooth 4.1, 802.11 b/g/n Wireless LANBluetooth 4.0, 803.11 b/g/n Wireless LAN
Camera connectorYESNO

Pertama. Spec Hardware

Seperti pada tabel diatas, kedua board memiliki processing core dan RAM yang sama. Sehingga asumsi awal saya adalah bahwa kemampuan komputasi kedua board, jika berbeda, tidak akan signifikan. Untuk kemampuan grafis, Mali 400 di C.H.I.P dipercaya memiliki kelebihan daripada VideoCore 4 di Pi Zero. Tapi jika processing power dan RAM mereka sama, saya tidak yakin ada perbedaan yang signifikan. Bagi saya masalah CPU, RAM, GPU antara mereka berdua tidak ada yang berbeda. Tapi asumsi dan data diatas kertas ini harus kita uji saat melakukan performance test.

Kedua. Additional Cost.

Bagi saya yang lebih menarik adalah membandingkan cost tambahan untuk mengoperasikan masing-masing board diluar mouse keyboard dan power source. Meskipun dibandrol dengan harga yang sama-sama rendah yaitu 9$ (maaf ini bukan harga kalau di Indonesia), tapi itu bukan biaya final agar dapat mengoperasikan board-board ini. Saya coba tampilkan additional cost untuk menunjang pengoperasian awal Pi Zero W dan C.H.I.P.

 Pi Zero WC.H.I.P
Storage Micro SD Card 8 GBRp. 50,000-
Mini HDMI ConverterRp. 50,000-
TRRS A/V-Rp. 20,000
HDMI 1.5 meterRp. 50,000-
Kabel USB-OTGRp. 30,000-
Card readerRp. 30,000-
Hidden Cost
- Menggunakan PC/Laptop
- Download Image OS
- Menyiapkan SD Card
NONE

Terlihat dari tabel diatas, kita masih perlu tambahan dana sekitar Rp.210,000 untuk mengoperasikan Pi Zero W versus Rp. 20,000 saja dengan C.H.I.P. Memang, jika kita ingin membandingkan di kualitas HDMI ada tambahan cost untuk C.H.I.P karena perlunya tambahan D.I.P (seperti HAT/ SHIELD) dengan harga yang mahal (15$).

Ketiga. Kepraktisan

Foto dibawah ini membandingan bagaimana penggunaan peripherals dari kedua board. Menurut saya, C.H.I.P terlihat lebih ringkas karena dengan adanya full size USB,  Keyboard/Mouse dongle bisa langsung terintegrasi tanpa adanya kabel. Sehingga hanya menggunakan dua kabel yaitu power dan video out.  C.H.I.P tidak menggunakan konverter apapun jika dibandingkan dengan Pi Zero W yang membutuhkan mini HDMI converter. Pi Zero W membutuhkan 3 kabel dan 1 converter. Selain itu, terdapat identifikasi GPIO header C.H.I.P jadi tidak perlu repot untuk selalu melihat contekan GPIO pin out saat bekerja dengan Raspberry Pi.

Board and peripherals

Keempat. Performa.

Saya menguji performa dari C.H.I.P dan Pi Zero W dan melihat mana yang lebih cepat dalam menyelesaikan satu proses. Ukurannya adalah waktu yang diukur dengan stopwatch. Semakin pendek waktu yang dicatat, maka performa dianggap lebih tinggi. Untuk membandingkan VideoCore4 dan Mali 400 saya memainkan game dari dosbox yang cukup ringan. Game sizenya hanya 735 Kb.

Testing “Lab”
Pi Zero W dan CHIP berada kurang dari 1 meter dari Router

Hasil dari pengujian dapat dilihat di tabel ini. Data ini adalah hasil terbaik dari dua kali pengulangan.

 Pi Zero WC.H.I.P
Cold Boot1:021:29
Libre Office Writer0:320:17
Membuka Web Browser Firefox0:290:23
Membuka situs andidinata.com0:420:32
Membuka Youtube1:501:20
Play youtube video (PSY 'New Face')0:15 lalu hang (res 144p)0:18 video start dan terus play (res 144p)
Membuka situs google drive0:450:47
Login ke google driveFailed ( > 5:00 )
1:29 Unresponsive script
0:35
DOSBOX Game (Lamborgini American Challenge)BGM stuttering. SFX tidak terdengar. Game play slowBGM stuttering. SFX no problem. Game play OK.
Shutdown0:180:06

 

Ternyata diluar dugaan saya. Secara umum, C.H.I.P lebih cepat dari Pi Zero W meskipun mereka memiliki spec hardware yang sama. Hanya satu kelebihan Pi Zero W, yaitu proses booting yang cepat. Jika kita menggunakan C.H.I.P ini untuk tugas ringan untuk sekedar menulis atau spreadsheet, maka dia sudah dibilang OK. Dan untuk menyimpan dan mengambil data di google drive juga nyaman karena waktu tunggu tidaklah lama untuk login. Sayang sekali Pi Zero W gagal disini.

Sedangkan untuk bermain game DOS, C.H.I.P lebih promising dapat memainkan game dengan nyaman, bisa jadi ini indikasi bahwa Mali 400 lebih baik dari Video Core 4. Untuk menonton Youtube, menurut saya kedua board belum bisa dibilang memuaskan. Walaupun C.H.I.P lebih sukses untuk load dan play video, tapi kualitas yang cukup lancar hanya ada di 144p. Pi Zero W gagal lagi untuk memutar video youtube.

Beberapa kemungkinan mengapa C.H.I.P bisa lebih perform dari Pi Zero W:

  1. C.H.I.P memiliki NAND yang terintegrasi sehingga speed untuk mengakses internal storage lebih cepat dari Pi Zero W yang mengakses Micro SD Card
  2. Pi Zero W secara default menampilkan desktop dengan resolusi 1080p vs C.H.I.P yang hanya 640×480

Kelima. Support

Ini hal terakhir yang saya bandingkan yaitu support. Kedua board ini baik Pi Zero W dan C.H.I.P sama-sama open source. Dukungan komunitas untuk sistem open source adalah kritikal untuk jangka panjang. Raspberry Pi memiliki dukungan komunitas yang sangat besar dan mereka memiliki strategi yang baik yaitu ke ranah edukasi selain bagi para hobbyist dari pemula hingga expert. Setiap permasalahan atau kesulitan, tinggal google saja dan banyak tutorial atau pemecahan masalah yang bisa kita ikuti. Berbeda dengan C.H.I.P, sejak berdirinya hingga saat ini, tidak begitu banyak tutorial dan forum diskusi yang efektif dalam mencari pemecahan masalah, setidaknya kita harus mencari berkali-kali hingga mendapatkan clue.

Dari segi operating systems, C.H.I.P hanya menggunakan satu OS yang dibuat oleh NTC. Sedangkan ada banyak OS yang dijalankan di Raspberry Pi. Retropie dan Kodi belum bisa dijalankan di C.H.I.P. Hal-hal ini yang menggambarkan minimnya support dari komunitas untuk C.H.I.P, patut disayangkan.

Kesimpulan

Dari sisi performance speed, kepraktisan, kelengkapan feature dan ready-to-use dengan biaya minimum, C.H.I.P memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh Pi Zero W. Ini adalah selling point dari C.H.I.P. Disisi lain, Pi Zero W mendapatkan dukungan yang luar biasa dari komunitas, oleh karenanya ada segudang informasi tentang project yang bisa dikerjakan dengan Raspberry Pi dan trouble shooting. Kedepannya, saya berharap Pi Zero memiliki performance yang lebih baik dan setidaknya memiliki audio header. Bagus jika mereka mengadopsi kelebihan-kelebihan C.H.I.P.

Sekarang C.H.I.P sudah menghilang dari store. NTC sedang mengupgrade C.H.I.P dengan chip GR8 yang lebih powerful dan mereka bisa leverage komponen yang sama antara C.H.I.P dan C.H.I.P Pro sehingga mempermudah jalur supply chain dari NTC.

Saya sendiri masih prefer menggunakan Pi Zero W karena ketersediaan support yang bisa dicari di internet meskipun board ini kalah secara performance, lebih mahal dan lebih ribet jika dibanding dengan C.H.I.P. Kalau C.H.I.P bisa bekerja sama dengan Raspberry Pi, maka C.H.I.P bisa lebih banyak dikenal dikalangan pemula dan support akan semakin banyak.

Bagaimana dengan kamu? Tulis komentar dan tanggapan tentang Pi Zero W vs. C.H.I.P

Facebook Comments
 

Leave a Reply