Raspberry Pi Zero

, , 4 Comments

Menurut saya Pi Zero adalah komputer yang paling mengagumkan yang pernah dibuat sampai hari ini. Jadi tulisan kali ini banyak ngomongin bagusnya saja karena hanya ada satu kekurangan, yaitu speed. Namun alasan utama yang membuat Pi Zero sangat special adalah ukurannya. Pi Zero adalah full-fledged desktop computer dengan ukuran sekecil itu. Bayangkan bagaimana designer memikirkan perencanaan, pemetaan jalur dan peletakan tiap komponen mulai dari prosesor, memory, volt regulator, port video, usb dan GPIO ditempat yang sesempit itu. Perencanaan sepertinya sudah dilakukan dengan sebegitu matangnya. Tapi sepertinya Raspberry Pi Foundation belum puas sehingga akhirnya bisa menambahkan port kamera. Walaupun port kameranya mini, tapi itu berarti bahwa ada sekian millimeter persegi yang harus bebaskan agar port kamera bisa dipasang di Pi Zero. Apakah berhenti disitu? belum. Raspberry Pi Foundation, secara ekstrim menggusur dan menggeser tiap-tiap komponen yang sudah sesak akibat masuknya port kamera  dan menata ulang komponen di dalam space board yang super premium itu agar bisa membawa masik chip untuk wifi dan Bluetooth. Namun, akhirnya mereka berhasil melahirkan Raspberry Pi Zero W.

Pi Zero versi pertama tanpa camera port dan wifi dilengkapi dengan male header

Terus terang yang ada cuman kekaguman, dan makin mengagumi Pi Zero. Saya yakin Pi Zero tidak berhenti di situ. Pi Zero bisa jadi lebih kecil lagi, atau kalau ukuran tetap bisa tambah lengkap. Ingat semua komponen Pi Zero hanya di solder dibagian atas. Bagian bawah tidak ada komponen apapun kecuali housing untuk micro sd card. Saya berharap versi berikutnya akan ditambah dengan JS port untuk baterai lipo (seperti NTC CHIP), atau ditambah lagi dengan on-board speaker (seperti Circuit Playground). Atau menjadi lebih powerful tapi tetap hemat daya dengan processor dual/quad core, RAM 1 atau 2 GB dan powerful GPU.

Itu dia hal pertama. Hal kedua adalah fungsinya. Saya terus terang masih bisa menikmati untuk mengerjakan menulis dokumen atau membuat table kalkulasi sederhana dengan aplikasi OfficeLibre. Bahkan saya tulis post ini dengan Pi Zero.

Raspberry Pi Zero yang saya miliki adalah versi pertama. Versi yang tidak dilengkapi dengan camera port maupun Bluetooth dan Wifi. Kelemahan dari versi pertama ini terletak pada konektivitasnya. Sehingga saya harus menggunakan USB hub untuk memasang Wifi dongle dan wireless keyboard. Jadi walaupun body kecil, tapi asesories tambahannya banyak, bikin ribet. Untuk mengatasi hal itu, saya menemukan satu HAT, yaitu RedBear IoT pHAT. HAT ini bentuknya sama kecilnya dengan Pi Zero. Dibuat dengan dimensi panjang x lebar yang sama dengan Pi Zero. Pi Zero jadi lebih ringkas.

Wifi segera aktif begitu Pi Zero dinyalakan, tinggal kita lakukan koneksi ke wifi network dan berjalan. Bluetoothnya bisa digunakan untuk koneksi Bluetooth mouse dan keyboard, atau game controller (8bitdo). HAT ini juga tidak menggunakan semua GPIO pin. Jadi masih banyak GPIO yang free untuk digunakan. Lihat diagram dibawah ini dengan warna hijau. Saya masih bisa menggunakan beberapa GPIO tersebut untuk menyambungkan dengan LCD 16×02 maupun dengan LED Matrix

Sumber: https://github.com/redbear/IoT_pHAT

Dalam project, saya gunakan kombinasi PiZero + IoT pHAT untuk membuat Pidometer, yaitu speedometer dan pengukur jarak bersepeda. Kombinasi ini juga saya gunakan di obstacle avoidance robot dan remote control car. Untuk entertainment, bermain Retropie dengan koneksi Bluetooth 8bitdo terasa sangat menyenangkan.

Saya menantikan Pi Zero + Camera dan Pi Zero W yang sudah saya beli dan dititipkan untuk dibawa ke Indonesia. Tidak sabar untuk mencobanya.

 

Facebook Comments
 

4 Responses

      • Fani

        October 6, 2017 10:19 am

        Oh gitu ya?
        Bner’y si udah ada wifi dongle tp gak tau knp pas colok usb hub wifi dongle sama keyboard’y gak jadi..
        Saya coba usb hub’y di hp buat baca fd padahal kebaca tuh,

        Reply
        • admin

          October 6, 2017 2:05 pm

          pi zero nya dikasih power berapa ampere? kalau amperenya besar, misal (2.5A) ga ada masalah dg semua device yg dipasang di usb-hub-otg. kalau power input dibawah 2A (apalagi 1A) pasti usb-hub-otg nya kekurangan ampere.

          Reply

Leave a Reply