Tips: back up Raspberry Pi

, , Leave a comment

This post is in Indonesian. If no English listed in the translator, select Indonesian first, then select again, you should find English at the top of the list.

Seringkali kita lupa karena saking semangatnya mencoba hal-hal baru, install dan setting sana-sini hingga lupa untuk melakukan back up Raspberry Pi. Dan jika ada satu kejadian dimana micro sd card tidak bisa diakses, corrupt karena sering copot-copot power tanpa proper shutdown, atau akibat suatu proses instalasi yang gagal yang berdampak serius sehingga kita harus start dari fresh install. Akibatnya cukup besar, dan mungkin saja kita dalam masalah kalau misal dalam micro sd card tersebut terdapat banyak script yang sudah kita kembangkan atau sedang dikerjakan. Dan perlu diingat, kalau ditotal, kita sudah menghabiskan banyak waktu untuk men-setup Raspberry Pi guna keperluan masing-masing project kita. Memang bisa diulang lagi tapi butuh waktu yg panjang utk mengembalikan ke kondisi yg kita mau. Kebiasaan untuk membuat back up perlu dilakukan agar kita tidak perlu mengulang semua pekerjaan dari awal lagi. Mungkin back up membutuhkan waktu dan juga dana untuk membeli micro sd baru, tapi itu semua lebih “murah” daripada kehilangan seluruh tenaga dan waktu yang kita yang sudah diinvestkan selama ini. Terlebih lagi buat kita yang punya waktu sedikit.

Saya juga bukan orang yang terbiasa untuk memback-up, jujur saja. Tapi kesadaran itu muncul setelah mulai menekuni Computer Vision. Prosesnya panjang dan lama untuk sekedar menyiapkan Raspberry Pi-nya. Terlebih lagi script yang sudah dibuat. Kalau sampai micro sd-nya corrupt, saya bisa lemes dan males untuk memulainya lagi.

Untuk membackup, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  1. Copy script yang sudah kita buat didalam Raspberry Pi ke windows PC. Gunakan WinSCP dari Windows atau FileZilla atau gunakan koneksi SAMBA untuk memudahkan file transfer.
  2. Backup menggunakan piclone. Atau dikenal dengan SD Card Copier. Piclone secara default ada di /Menu/Accessories/SD Card Copier jika instalasinya dengan full raspbian. Kalau desktop environment di install dari Raspbian Lite atau Retropie (seperti kasus saya), maka perlu install dulu dengan sudo apt-get install piclone

Cara menggunakan piclone sangat mudah.

Gb1. Card reader sebagai alat bantu
  1. Siapkan card reader dan pasang micro sd yg kosong pada card reader
  2. Sambungkan card reader dengan USB port Raspberry Pi
  3. Pilih Menu/Accessories/SD Card Copier. Copy From Device adalah source, yaitu micro sd yg ada di Raspberry Pi, yang akan dibackup. Sedangkan Copy To Device adalah micro sd card yang ada di card reader. Klik OK untuk memulai proses.
Gb2. Memilih drive tujuan

Jika ada error seperti “Cannot make disk partition”. Lakukan expansi filesystem Raspberry Pi dengan cara, ketikkan sudo raspi-config dari Terminal. Lalu pilih nomor 1. Klik Ok/Yes untuk reboot. Setelah itu ulangi lagi No.3 diatas.

Gb3. Peringatan jika seluruh isi micro sd card tujuan akan dihapus

Proses yang dibutuhkan bisa lama atau cepat tergantung dari banyaknya space yang sudah digunakan. Untuk kasus saya (Sandisk 16GB, 32Mbps), sebagai gambaran, cloning membutuhkan 18 menit untuk kapasitas data sebesar 10GB. Kalau speed micro sdnya besar, proses bisa lebih cepat.

Gb4. Proses cloning. Waktu bisa bervariasi, paling cepat sekitar 10 menit

Proses cloning tidak mengharuskan menggunakan micro sd dengan kapasitas yang sama persis, lebih besar bisa, lebih kecil bisa juga selama ukuran data yang di backup dapat ditampung. Setelah selesai, eject micro sd cardnya dan simpan. Perasaan langsung adem, karena sudah sekarang punya cadangan kalau-kalau ada masalah. Kalau mau langsung dipakai juga bisa, baik di Raspberry yang sama atau di Raspberry yang berbeda. Tinggal pasang saja di Raspberry yang lain dan langsung berfungsi persis sama dengan Raspberry Pi asal. Kalau disimpan, alangkah baiknya kalau diberi informasi misal: tanggal backup, nama project, atau apapun saja yang meaningful. Ini contoh identifikasi saya:

Gb5. Identifikasi. Tanggal backup, apa saja yg sdh di configure, termasuk project apa saja yg ada didalamnya.

Tertarik dengan clone micro sd card saya?

Facebook Comments
 

Leave a Reply