Project: Pi Clock

, , 1 Comment

This page is in Indonesian. If you can’t find English in translator, select Indonesian first then you should find English at the top of the list.

***

Sebenarnya ini project sudah lama sekali dikerjakan. Hanya saja baru kali ini saya menyelesaikan tahap akhirnya, yaitu memberikan frame dari Pi Clock. Inti dari Pi Clock ini sebenarnya sederhana, memberitahukan waktu dan mendisplay pesan. Hingga hari ini sudah lebih dari 5 bulan Raspberry Pi 2 dan LED Matrix 8×8 4-in-1 menyala terus dan menyala sampai sekarang (24/7), kecuali listrik padam.

Pemberian frame ini lebih diutamakan untuk unsur estetik, karena Pi Clock dipajang bersama dengan frame foto yang lain.

Bagi yang baru memulai led matrix 8×8 dengan chip MAX7219 bisa melihat di sini untuk setup, sangat simpel:

  1. Setup Led matrix 8×8 dengan Raspberry Pi (link)
  2. Tweak cascaded unit led matrix 4-in-1 (link)

Untuk membuatnya frame ini sangat sederhana, hanya butuh waktu kurang dari 1 jam. Bahan ini yang saya gunakan:

  1. Raspberry Pi 2 (sebenarnya Raspberry Pi model apa saja bisa)
  2. Wifi dongle
  3. Led matrix 8×8 4-in-1
  4. Kabel jumper female-female (5 buah)
  5. Frame foto bekas (baru lebih bagus)
  6. Acrylic hitam (tebal 2 mm)
  7. Glue gun
  8. Penggaris
  9. Alat tulis
  10. Pisau
Gb1. Getting ready

Step 1. Ukur

Ukur potongan acrylic sesuai dengan frame. Lalu ukur dimana led matrix akan ditempatkan. Untuk kasus saya, saya cari sumbu tengah dari frame. Setelah ukur maka buat pola di acrylic untuk dipotong

Step 2. Potong

Memotong acrylic itu sebenarnya gampang. Selama guratan pisau cukup maka acrylic akan patah dengan sempurna. Ada banyak pisau acrylic yang dijual, tapi saya tidak punya. Saya hanya menggunakan pisau dapur yang ujungnya tajam. Sambil memotong, nyalakan glue gun.

Setelah guratan cukup, tinggal patahkan saja.

Step 3. Glue gunning

Sekarang waktunya menyusun. Gunakan glue gun untuk merekatkan kaca dari frame dengan frame. Susun potongan acrylic dan sambung dengan glue gun. Pasang led matrix dan rekatkan dengan glue gun.

Agar frame berdiri, saya jg rekatkan Raspberry Pi dengan frame dengan glue gun.

Gb2. Final assembly, tampak belakang

 

Step 4. Tes dan selesai.

Sambungkan lagi kabel led matrix ke GPIO pin yang sesuai. Mapping pin  bisa dilihat di post saya sebelumnya. Lalu tes, jika semuanya baik, langsung pajang.

Gb3. Testing dan selesai

Supaya tidak ada rasa sayang menyia-nyiakan kemampuan Raspberry Pi 2, saya juga gunakan juga sebagai torrent downloader tanpa harddrive, hanya USB kapasitas 32 GB saja.

Agar tidak bingung dengan Raspberry Pi yang lain, hostname yang saya berikan adalah piclock. Piclock yang bisa diakses headless dengan SSH atau remote3.it kalau sedang diluar rumah.

Jika bermaanfaat, jangan lupa like dan share tulisan ini.

***

Facebook Comments
 

One Response

Leave a Reply