First Impression menggunakan PIXEL for PC

, , Leave a comment

Bulan Desember 2016 ini menjadi babak baru Raspberry Pi Foundation untuk merilis sistem operasinya (Pixel) ke ranah PC/Mac yang selama ini OS ini bisa dinikmati di Raspberry Pi. Jadi sekarang kita bisa menggunakannya di komputer atau laptop. Indahnya, kita tidak perlu melakukan instalasi fisik apapun di komputer/laptop, karena OS ini disediakan melalui Live CD/Flashdisk. Terus terang saja, metode ini yang paling efisien, karena kita tidak perlu memikirkan tentang dual boot windows dengan Pixel. Kedua, kita bisa menjalankan OS ini dikomputer manapun, baik dirumah, sekolah atau kantor. Secara antarmuka / tampilan Pixel pun terlihat sangat simple dan clean, sehingga menambah kenyamanan dalam menggunakannya.

desktop 1_009

Fluid Multitasking

Saat ini, saya menggunakan Pixel di Intel Core i5. Seketika saya merasakan experience Pixel yang sangat berbeda, jauh lebih cepat dibandingkan dengan Pixel yang berjalan di Raspberry Pi. Maklum saja, Raspberry Pi bukanlah sistem yang kencang. Sehingga ada banyak hal yang tidak begitu leluasa dilakukan di Raspberry Pi karena kecepatan komputasi yang tidak seperti PC/laptop. Sebaliknya, saat Pixel berjalan di PC/laptop, kita bisa melakukan begitu banyak hal dengan leluasa dan nyaman. Seperti browsing di Chrome dengan banyak tab, menonton film sambil mengetik, menggambar PCB dengan Fritzing sambil Whatsapp-an, sekaligus download torrent sambil install packages. Semua multitasking ini akhirnya bisa dilakukan dengan sangat baik. Untuk laptop yang saya gunakan, dari banyaknya program yang dijalankan bersama, resource CPU yang digunakan hanya 10%!. Ini juga menunjukkan bahwa Pixel memiliki management resource yang baik.

desktop 1_007

Program terinstall

Secara default, berbagai macam aplikasi pemrograman sudah terinstall bersama dengan Pixel sama seperti dalam Raspberry Pi. Hanya saja aplikasi Wolfram Alpha tidak disediakan karena terbentur tentang lisensi. Namun berita baiknya Sonic Pi ikut menjadi bagian program bawaan. Selain itu ada LibreOffice yang kompatibel dengan Microsoft Office, ada juga beberapa Python Games dan Chromium Web Browser. Untuk membuat suasana desktop lebih terasa, saya tambahkan beberapa aplikasi dibawah ini yang bisa diinstall dari repository Debian:

  • VLC Media Player, pemutar file multimedia
  • gThumbs, sebagai photo organizer
  • Deluge, sebagai bit torrent client
  • Fritzing, untuk menggambar prototype dan PCB
  • ePSXe, PSX emulator
  • Darktable, Adobe Lightroom alternative
  • Inkspace, Adobe Illustrator alternative
  • GIMP, Adobe Photoshop alternative
  • Spotify, my favourite music box
  • Thunderbird, email client from Mozzila
  • Kdenlive, move editor
  • Fing, network scanner
  • WinFF, video converter
  • youtube-dl, youtube video downloader
  • 7z, 7zip extractor
  • Bleach Bit, system cleaner
  • Dosbox, emulator game-game DOS yang pernah dimainkan tahun 90-an
  • HPLIP, aplikasi Hewlet Packard untuk mengaktifkan printer. Dan langsung bisa dipakai buat cetak, walaupun diketahui speed ppm-nya (paper per minute) lebih rendah jika dibandingkan Windows PC.
  • Shutter, aplikasi untuk screen capture
  • Skype, untuk video conf atau audio call

Selain itu, saya install beberapa Chromium extension. (misalnya, Google Apps, Google Keep, Whatsapp Messenger, Remote Desktop, dan beberapa game)

Beberapa aplikasi yang belum bisa dijalankan di Pixel versi desktop ini adalah Kodi dan RetroPie karena ada beberapa dependensi yang tidak bisa diinstall. Dan tidak ada opsi untuk start Pixel dengan Command Line, jadi begitu start langsung masuk ke lingkungan desktop. Mungkin dalam update mendatang, Pixel akan semakin lengkap.

Integrasi Hardware

Integrasi Pixel dengan hardware laptop menurut saya sangat baik, yaitu antara lain: wireless, bluetooth, sound card, trackpad, camera. Dan semuanya tanpa melakukan proses instalasi, begitu Pixel boot, maka semua hardware tersebut dikenali dan bisa digunakan. Untuk membuktikan apakah kamera berfungsi, saya menginstall Skype dan terbukti jika kamera berfungsi.

Setting sound card

Khusus untuk sound card, pada awal boot sepertinya Pixel tidak mengenalinya. Sebetulnya dikenali, hanya saja kita perlu membuat sound card mana yang menjadi default. Ikuti tahapan dibawah ini:

  1. Masuk ke terminal dan ketikkan alsamixer
  2. Tekan F6 dan terlihat ada dua sound card. Pertama HDMI dan kedua PCH. Kita akan membuat sound card kedua menjadi defaultpi@raspberrypi: ~_001
  3. Ketikkan sudo nano /etc/asound.conf lalu enter dan masukan baris kode berikut ini

pcm.!default {

    type hw

    card 1

    device 0

}

4. Restart Pixel dan saat kembali ke desktop klik kanan gambar speaker pada Panel (atau taskbar) lalu pilih HDA Intel PCH.

Menu_002

5. Jika volume terdengar kecil, tinggal atur saja di mixer. Bisa mengaturnya dengan mengetikkan alsamixer pada terminal atau klik External Device Settings… untuk mengatur tinggi rendahnya volume. Secara default volume output adalah speaker, jika kita hendak menggunakan headphone, maka naikan volume headphone di mixer agar suara bisa didengar melalui headphone.

Audio Device Settings_008

 

Layout Keyboard

Pada umumnya, keybard di PC atau laptop yang kita gunakan di Indonesia mengikuti layout US. Sehingga beberapa special character yang umum digunakan seperti @, #, ~, { }, “ yang tercetak di keyboard tidak sama dengan hasil yang kita ketik. Hal ini cukup mengganggu.

Untuk merubah layout keyboard kita bisa melakukannya dengan sederhana. Melalui Menu > Preferences > Mouse and Keyboard Settings.

Lalu pilih tab Keyboard dan klik Keyboard Layout. Pilih Country United States dan Variant English (US).

Keyboard Layout_003

 

Set Timezone

Tidak seperti Pixel dalam sistem Raspberry Pi. Raspberry Pi Configuration tidak ditemukan dalam Pixel untuk desktop. Dan kita juga tidak bisa menjalankan perintah sudo raspi-config disini yang biasa digunakan untuk mensetting ke timezone setempat. Untuk melakukannya, masuklah ke terminal dan ketikkan timedatectl set-timezone Asia/Jakarta. Tunggu beberapa saat maka waktu akan disesuaikan.

Catatan: koneksi aktif ke internet mungkin diperlukan saat melakukan update timezone untuk mengaktifkan NTP (network time procotol).

Getting started

Tertarik untuk mencoba Pixel untuk PC, download imagenya di http://downloads.raspberrypi.org/pixel_x86/images/pixel_x86-2016-12-13/2016-12-13-pixel-x86-jessie.iso

Lalu burn image tersebut di DVD atau Flashdisk. Saya menggunakan Etcher yang bisa didownload di https://etcher.io/ untuk menuliskan image tersebut di flashdisk 16GB. Untuk speed yang lebih optimal, gunakan flashdisk dan port USB yang mendukung USB 3.0

Kesimpulan

Menurut saya hadirnya Pixel untuk PC/MAC memulai babak untuk pemerataan penggunaan linux sebagai komputer sehari-hari. Linux selalu diasosiasikan dengan kerumitan, hanya untuk pengguna yang memiliki skill, dan tidak ramah bagi pengguna awam. Pixel untuk PC memberikan salah satu alternatif untuk merubah persepsi tersebut dan menjadi solusi yang efisien untuk sekolah, pelajar maupun mahasiswa yang concern dengan biaya. Memang semua membutuhkan waktu untuk mulai terbiasa dengan sistem operasi yang baru. Sedikit tidak nyaman, karena ada perbedaan-perbedaan, dan itu wajar. Tetaplah biasakan diri untuk menggunakannya. Saya sudah banyak menggunakan Raspberry Pi sebagai solusi desktop saya, dan mungkin ini saatnya untuk lebih banyak menggunakan Pixel for PC untuk menulis buku, blog, mencetak dokumen, programming dan lain sebagainya. Yang saya butuhkan hanya satu USB flashdisk dengan Pixel didalamnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih untuk like dan commentnya.

 

 

Facebook Comments
 

Leave a Reply